REKAN Indonesia Apresiasi Setahun Kepemimpinan Bupati Tulungagung, Dorong Percepatan UHC BPJS Kesehatan
TULUNGAGUNG, Celurit.news — REKAN Indonesia Kabupaten Tulungagung menggelar konferensi pers, sebagai bentuk apresiasi atas satu tahun kepemimpinan Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., khususnya dalam sektor pelayanan kesehatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyampaian rekomendasi strategis terkait percepatan Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan di daerah.(24/02/2026).
Konferensi pers tersebut merupakan bagian dari komitmen REKAN Indonesia sebagai organisasi relawan kesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah yang inklusif, merata, dan berkeadilan sosial. Organisasi ini menilai sektor kesehatan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kinerja pemerintah daerah.
Dalam satu tahun terakhir, REKAN Indonesia mencatat sejumlah perkembangan positif di bidang pelayanan kesehatan. Di antaranya peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat, penguatan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta optimalisasi peran Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Selain itu, perluasan layanan promotif dan preventif dinilai semakin terlihat, disertai peningkatan respons pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan warga Tulungagung.
Ketua REKAN Indonesia Kabupaten Tulungagung, Robet Avandiantoro, menyampaikan bahwa pembangunan sektor kesehatan menunjukkan arah progresif. “Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Ini menjadi fondasi penting menuju sistem kesehatan daerah yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Meski demikian, REKAN Indonesia juga menekankan pentingnya percepatan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan. UHC merupakan indikator utama keberhasilan daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan seluruh masyarakat tanpa hambatan biaya.
Secara nasional, target UHC menetapkan minimal 95 persen penduduk terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan minimal 80 persen peserta dalam status aktif. Menurut REKAN Indonesia, percepatan UHC di Tulungagung akan berdampak pada perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus menekan risiko kemiskinan akibat beban biaya pengobatan.
Sebagai bentuk kontribusi konstruktif, REKAN Indonesia menyampaikan sejumlah rekomendasi, antara lain percepatan validasi data warga yang belum terdaftar BPJS Kesehatan, penguatan pembiayaan kepesertaan masyarakat rentan melalui APBD, optimalisasi peran Puskesmas dalam pelayanan promotif-preventif, serta peningkatan mutu pelayanan RSUD dan fasilitas kesehatan lainnya.
REKAN Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan organisasi masyarakat dalam edukasi kepesertaan, pendampingan warga kurang mampu, serta penguatan gerakan relawan kesehatan.
Melalui kolaborasi seluruh elemen, Tulungagung diharapkan segera mencapai status UHC dan mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berpihak kepada masyarakat.
Editor : Redaksi