Jika Jodoh Tak Akan Keman , Perkenalan Singkat Berujung Bahagia, Moh. Ali Bustomi Salam Persunting Rumzah
SAMPANG , Celurit.news — Langit seakan menjadi saksi bahwa takdir selalu memiliki jalannya sendiri untuk mempertemukan dua hati yang telah lama dituliskan bersama. Di antara ribuan langkah manusia yang saling berselisih arah, Allah akhirnya mempertemukan Moh. Ali Bustomi Salam, pemuda asal Desa Bira Timur, dengan Rumzah, wanita asal Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates Sampang , dalam sebuah kisah cinta yang penuh keberkahan dan haru.(29/05/2026).
Kisah pertemuan Moh. Ali Bustomi Salam, dengan Rumzah, menjadi cerita penuh makna tentang perjalanan takdir dan jodoh yang akhirnya berlabuh di pelaminan.
Keduanya resmi melangsungkan pernikahan pada 25 Mei 2026 dalam suasana khidmat dan penuh haru bersama keluarga besar serta para tamu undangan yang hadir memberikan doa restu.
Diketahui Rumzah dikenal sebagai perempuan tangguh dan mandiri. Di tengah kerasnya kehidupan ibu kota, ia meniti karier di Universitas Muhammadiyah Jakarta( UMJ). dengan penuh kesungguhan. Namun di balik kesibukannya sebagai wanita karier, Rumzah tetap menjadi sosok perempuan sederhana yang menjaga akhlak, kesopanan, serta nilai-nilai agama yang telah tertanam sejak kecil di tanah kelahirannya.
Sementara itu, Moh. Ali Bustomi Salam dikenal sebagai pemuda asal Desa Bira Timur yang memiliki pribadi santun dan aktif di lingkungan masyarakat. Pertemuan keduanya bermula dari perjalanan ibadah Umroh yang diikuti Rumzah beberapa waktu lalu.
Setalah perjalanan ibadah tersebut, Rumzah diperkenalkan kepada Moh. Ali Bustomi Salam oleh salah satu tokoh muda yang juga masih memiliki hubungan keluarga dengan pihak Bustomi Salam.
Perkenalan yang awalnya berlangsung sederhana itu kemudian berlanjut ke tahap komunikasi yang lebih serius. Meski dalam waktu yang relatif singkat, keduanya mengaku memiliki kecocokan dan kesamaan visi dalam membangun rumah tangga.
“Kadang Allah mempertemukan seseorang bukan karena lamanya waktu mengenal, tetapi karena memang sudah ditakdirkan untuk bersama,” ujar salah satu keluarga mempelai.
Pertemuan atau perkenalan yang singkat tersebut akhirnya membawa keduanya menuju jenjang pernikahan. Momen akad nikah berlangsung lancar dan penuh haru ketika ijab kabul resmi terucap.
Suasana bahagia terlihat dari kedua keluarga yang hadir menyaksikan bersatunya dua insan tersebut. Tidak sedikit tamu undangan yang turut merasa terinspirasi dengan kisah pertemuan keduanya yang dinilai penuh keberkahan.
Kisah Moh. Ali Bustomi Salam dan Rumzah juga menjadi gambaran bahwa jodoh dapat datang melalui cara yang tidak pernah disangka. Jarak antara kampung halaman dan kehidupan di ibu kota tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk dipersatukan.
Perjalanan cinta mereka menjadi bukti bahwa takdir memiliki jalan tersendiri dalam mempertemukan dua hati yang telah ditetapkan bersama.
Dengan resmi menjadi pasangan suami istri, keduanya berharap dapat membangun rumah tangga yang harmonis, penuh keberkahan, dan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Keluarga besar kedua mempelai juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara pernikahan yang berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan kekeluargaan.
Pernikahan tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi antar keluarga besar dari kedua belah pihak yang turut hadir memberikan doa terbaik bagi pasangan pengantin baru tersebut.
Jika jodoh tidak akan kemana.
“Wa Maa Khuliqa Laka Falan Yadz-haba Li Ghairik” Apa yang diciptakan untukmu tidak akan menjadi milik orang lain.
menjadi ungkapan yang tepat menggambarkan perjalanan Moh. Ali Bustomi Salam dan Rumzah hingga akhirnya dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan.
Editor : Redaksi