Keutamaan dan Hikmah Salat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan
CELURIT.NEWS - Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap malam di bulan suci Ramadhan setelah salat Isya. Ibadah ini menjadi salah satu syiar utama Ramadhan karena menghadirkan suasana spiritual yang khusyuk dan penuh kebersamaan.
Sejak malam pertama Ramadhan, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan qiyam Ramadhan, termasuk Tarawih. Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan iman dan penuh harap kepada Allah SWT.
Pada malam-malam awal Ramadhan, Tarawih menjadi momentum membersihkan diri dari dosa serta menata niat untuk menjalani ibadah puasa sebulan penuh dengan kesungguhan.
Memasuki sepuluh hari pertama, Tarawih menjadi sarana turunnya rahmat Allah SWT. Umat Islam memperbanyak doa, memohon kelapangan rezeki, kesehatan, serta keberkahan hidup.
Di sepuluh hari kedua, Tarawih mengingatkan pentingnya maghfirah atau ampunan. Setiap rakaat yang didirikan menjadi wasilah mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kualitas ibadah.
Memasuki sepuluh malam terakhir, suasana Tarawih semakin khusyuk. Umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah demi meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Sejak Tarawih pertama hingga malam terakhir, ibadah ini mengajarkan konsistensi (istiqamah). Meluangkan waktu setiap malam melatih kedisiplinan, kesabaran, dan ketekunan dalam beribadah.
Tarawih juga memiliki hikmah sosial. Pelaksanaannya secara berjamaah di masjid mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian antarwarga.
Selain itu, Tarawih melatih kekuatan fisik dan mental. Berdiri lama dalam salat mengajarkan kesabaran dan ketahanan, sekaligus menjadi bentuk penghambaan total kepada Allah SWT.
Bagi anak-anak dan generasi muda, Tarawih menjadi sarana pendidikan spiritual sejak dini. Mereka belajar tentang disiplin, adab di masjid, serta pentingnya kebersamaan dalam ibadah.
Pada akhirnya, dari Tarawih pertama hingga terakhir, ibadah ini bukan sekadar rutinitas malam Ramadhan. Ia adalah perjalanan ruhani yang membentuk pribadi lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Semoga melalui Tarawih yang istiqamah, Ramadhan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan kehidupan yang lebih penuh keberkahan.
Editor : Redaksi