Salat Tarawih, Momentum Penguatan Iman dan Kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan

Penulis : -
Salat Tarawih, Momentum Penguatan Iman dan Kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan
Umat Islam melaksanakan Salat Tarawih berjamaah di masjid pada malam Ramadhan dengan penuh kekhusyukan. ( Foto: ilustrasi).

CELURIT.NEWS- Bulan Suci Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu amalan utama yang menjadi ciri khas Ramadhan adalah Salat Tarawih.(18/02/2026).

Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap malam setelah salat Isya sepanjang bulan Ramadhan. Kehadirannya menjadi syiar yang memperkuat nuansa religius di tengah masyarakat.

Sejak malam pertama Ramadhan, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan qiyam Ramadhan, termasuk melaksanakan Tarawih secara berjamaah di masjid maupun secara mandiri di rumah.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang menegakkan salat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT.

Pada sepuluh hari pertama Ramadhan, Tarawih menjadi sarana turunnya rahmat. Umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak doa dan memperbaiki niat dalam menjalani ibadah puasa.

Memasuki sepuluh hari kedua, suasana Tarawih menjadi pengingat pentingnya maghfirah atau ampunan. Setiap rakaat yang ditegakkan menjadi ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sementara pada sepuluh malam terakhir, semangat beribadah semakin meningkat. Tarawih menjadi bagian dari upaya meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Secara spiritual, Tarawih melatih konsistensi atau istiqamah. Ibadah yang dilakukan setiap malam selama sebulan penuh membentuk kedisiplinan dan ketekunan dalam beramal.

Selain nilai ibadah, Tarawih juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Pelaksanaannya secara berjamaah mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Kehadiran berbagai lapisan masyarakat di masjid, mulai dari orang tua hingga anak-anak, mencerminkan semangat kolektif dalam menghidupkan syiar Ramadhan.

Dari sisi fisik dan mental, Tarawih mengajarkan kesabaran serta ketahanan. Berdiri dalam waktu yang relatif lama menjadi latihan pengendalian diri dan keteguhan hati.

Bagi generasi muda, Tarawih menjadi sarana pendidikan spiritual. Mereka belajar tentang adab, disiplin, serta pentingnya menjaga kebersamaan dalam ibadah.

Dengan demikian, Salat Tarawih bukan sekadar rutinitas malam Ramadhan, melainkan perjalanan ruhani yang membentuk pribadi lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa.

Melalui Tarawih yang istiqamah, Ramadhan diharapkan menjadi momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih penuh keberkahan.

Editor : Redaksi