BGN Buka Hotline dan Kanal Online Pengaduan MBG, Warga Diminta Laporkan Makanan Tidak Layak Konsumsi

Penulis : -
BGN Buka Hotline dan Kanal Online Pengaduan MBG, Warga Diminta Laporkan Makanan Tidak Layak Konsumsi
Ilustrasi paket Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN membuka hotline dan kanal online pengaduan untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat.(Foto: Istimewa).

JAKARTA, Celurit.News - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM lokal sebagai penyedia pangan.(11/02/2026).

Namun, di tengah pelaksanaannya, potensi persoalan di lapangan masih terbuka, terutama terkait kualitas dan keamanan makanan yang diterima penerima manfaat. Temuan makanan tidak layak konsumsi dinilai dapat berdampak serius terhadap kesehatan anak.

Untuk memastikan program berjalan sesuai standar gizi dan keamanan pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) membuka saluran pengaduan resmi yang dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat menyampaikan keluhan, kritik, maupun laporan temuan di lapangan terkait pelaksanaan MBG, khususnya jika ditemukan makanan yang tidak memenuhi standar.

BGN menyediakan dua nomor hotline pengaduan, yakni 0882-9380-0268 (operator 1) dan 0882-9380-0376 (operator 2). Kedua nomor tersebut aktif setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00–22.00 WIB.

Selain hotline, masyarakat juga dapat mengirim laporan melalui kanal online resmi di laman bgn.lapor.go.id yang disiapkan untuk menampung pengaduan, kritik, dan saran terkait pelaksanaan MBG di daerah masing-masing.

BGN juga membuka akses pengaduan melalui media sosial resmi. Laporan dapat dikirimkan melalui pesan langsung atau direct message (DM) agar pengaduan bisa diterima lebih cepat.

BGN mengimbau masyarakat yang menemukan dugaan makanan MBG tidak layak konsumsi untuk menyertakan bukti dokumentasi. Foto kondisi makanan, kemasan rusak, bercak jamur, atau tanggal kedaluwarsa yang tidak valid menjadi bukti penting dalam proses verifikasi.

Selain bukti visual, pelapor juga diminta mencatat informasi utama, seperti nama produk, lokasi distribusi atau sekolah penerima, waktu penerimaan, serta kondisi makanan yang mencurigakan.

Laporan dapat disampaikan melalui salah satu kanal resmi, baik hotline, formulir online, maupun media sosial. BGN menekankan agar laporan disusun secara jelas dan sistematis agar mudah ditindaklanjuti.

Setelah laporan diterima, BGN akan melakukan verifikasi awal. Apabila laporan dinyatakan valid, tim BGN dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap penyedia makanan.

BGN memastikan setiap laporan masyarakat akan ditangani secara serius. Jika ditemukan pelanggaran, mitra penyedia MBG dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ditemukannya makanan MBG yang tidak layak konsumsi dinilai bukan persoalan sepele. Karena itu, BGN mendorong partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari pengawasan publik demi menjaga kualitas dan keberlanjutan program MBG.

Editor : Redaksi