Kelangkaan LPG 3 Kg di Sampang Kian Parah, Harga Tembus Rp25 Ribu Masyarakat minta pemerintah turun tangan

Penulis : -
Kelangkaan LPG 3 Kg di Sampang Kian Parah, Harga Tembus Rp25 Ribu Masyarakat minta pemerintah turun tangan
Doc : Ilustrasi masyarakat mau tukar LPG 3Kg ( Tim Celuritnews).

SAMPANG, CELURIT.NEWS - Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram (kg) kembali menjadi sorotan serius di Kabupaten Sampang, Madura. Dalam beberapa pekan terakhir, warga di sejumlah kecamatan mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon tersebut, bahkan harus berkeliling dari satu kios ke kios lain tanpa hasil bahkan ke kecamatan ke kecamatan yang lain.(15/04/2026).

Kondisi paling terasa terjadi di wilayah Kecamatan Sokobanah. Di daerah ini, selain langka, harga LPG 3 kg juga melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika seharusnya berada di kisaran harga resmi, di lapangan justru dijual antara Rp22.000 hingga Rp25.000 per tabung.

Sejumlah warga mengaku keberatan dengan kondisi tersebut. Mereka menilai, gas subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil kini justru sulit diakses. “Biasanya mudah didapat, sekarang harus keliling bahkan tidak kebagian,” ujar salah satu warga Sokobanah.

Tak hanya itu, praktik penjualan di atas HET oleh pengecer atau kios juga menjadi keluhan utama. Warga menduga adanya permainan dalam distribusi LPG subsidi, mulai dari tingkat pangkalan hingga pengecer yang diduga mengambil keuntungan berlebih di tengah kelangkaan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Mereka mempertanyakan pihak mana yang sebenarnya bertanggung jawab atas kondisi ini. Apakah ada kelalaian dari pemerintah daerah, lemahnya pengawasan Pertamina, atau justru penyimpangan di tingkat pangkalan dan distribusi?

Sejumlah masyarakat mendesak pemerintah Kabupaten Sampang bersama instansi terkait untuk segera turun tangan. Pengawasan distribusi dinilai harus diperketat agar penyaluran LPG subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.

lebaran 1447 Hijriyah

Di sisi lain, Pertamina sebagai penyedia juga diharapkan memberikan penjelasan transparan terkait pasokan LPG di wilayah tersebut. Apakah kelangkaan ini disebabkan oleh distribusi yang tersendat atau adanya lonjakan permintaan di luar kendali.

Masyarakat menilai, persoalan LPG subsidi bukan sekadar soal distribusi, melainkan juga lemahnya sistem pengawasan di lapangan. Tanpa tindakan tegas, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan merugikan masyarakat kecil sebagai pihak paling terdampak.

Hingga saat ini, masyarakat hanya berharap ada langkah konkret dan cepat dari seluruh pihak terkait. Mereka meminta kejelasan dan solusi nyata agar LPG subsidi 3 kg kembali tersedia dengan harga yang sesuai aturan.

Editor : Redaksi