Proyek PISEW Rp500 Juta di Sreseh Retak Dini, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

Penulis : -
Proyek PISEW Rp500 Juta di Sreseh Retak Dini, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Kondisi jalan rabat beton program PISEW di Kecamatan Sreseh, Sampang, tampak retak di sejumlah titik meski proyek baru selesai dikerjakan. ( Anam Sakti).

SAMPANG, CELURIT.NEWS – Proyek pembangunan jalan rabat beton melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, menuai sorotan publik.(05/04/2026).

Program yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 tersebut menyasar dua desa, yakni Desa Taman dan Desa Sreseh.

Berdasarkan informasi di papan proyek, kegiatan ini berada di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur.

Pelaksanaan proyek dilakukan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Provinsi Jawa Timur dengan skema swakelola tipe IV.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) PISEW Koncang Jaya sebagai pelaksana teknis di lapangan. Total anggaran yang digelontorkan untuk proyek tersebut mencapai Rp500.000.000.

Namun, proyek yang baru rampung sekitar tiga bulan lalu itu justru menunjukkan kerusakan di sejumlah titik.
Hasil pantauan media di lokasi pada Jumat tanggal 03 April 2026 Kemaren.

menunjukkan adanya retakan pada badan jalan rabat beton yang menghubungkan Desa Taman dan Desa Sreseh.
Kerusakan terlihat cukup serius, dengan retakan memanjang dari sisi hingga ke bagian tengah konstruksi beton.

lebaran 1447 Hijriyah

Kondisi tersebut memunculkan dugaan rendahnya mutu pekerjaan serta kemungkinan tidak terpenuhinya spesifikasi teknis dalam pelaksanaan proyek.
Sejumlah warga setempat mengaku kerusakan telah muncul tidak lama setelah proyek dinyatakan selesai.

“Retaknya muncul sekitar satu bulan setelah selesai dikerjakan, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber lain juga menyebut bahwa pelaksanaan proyek tersebut diketuai oleh seorang berinisial MJ alias Moh Jamali, yang berasal dari Desa Taman.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KKAD PISEW Koncang Jaya, Moh. Jamali, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon telah dilakukan, namun belum mendapat respons. Media CELURIT.NEWS akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan guna memperoleh penjelasan dari pihak pelaksana.

Editor : Redaksi