Hibah 300 Drum Aspal Tak Kunjung Terealisasi, Warga Tambelangan Sampang Perbaiki Jalan Secara Swadaya
SAMPANG, CELURIT.NEWS – Janji bantuan hibah aspal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk perbaikan jalan di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, hingga kini belum terealisasi. Warga pun meluapkan kekecewaan setelah menunggu tanpa kepastian, Senin (06/04/2026).
Bantuan aspal yang sebelumnya digadang-gadang untuk memperbaiki ruas jalan Tambelangan–Bungkak dinilai sangat mendesak. Pasalnya, kondisi jalan di sejumlah titik mengalami kerusakan berat yang menghambat aktivitas masyarakat.
Diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menyerahkan hibah sebanyak 300 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Sampang. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi di Pendopo Trunojoyo pada 3 Maret 2026.
Program hibah itu merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim melalui Dinas PU Bina Marga untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di Madura. Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja, saat itu menyebut bantuan tersebut sebagai tindak lanjut atas usulan Pemkab Sampang.
Namun, lebih dari sebulan sejak penyerahan, realisasi di lapangan belum terlihat. Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang merasa janji tersebut tidak diiringi dengan tindakan nyata.
Karena tak kunjung ada kejelasan, warga akhirnya berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya. Dengan keterbatasan dana dan peralatan, masyarakat bergotong royong menambal dan melebarkan jalan agar tetap bisa dilalui.
Salah satu warga berinisial M mengaku perbaikan mandiri ini dilakukan sebagai solusi darurat di tengah ketidakpastian bantuan pemerintah.
“Kami sudah lama menunggu, tapi tidak ada kejelasan. Jalan ini rusak parah dan belum pernah diperbaiki. Dulu sempat disurvei dan dijanjikan 20 drum aspal, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang dan Pemprov Jawa Timur segera memberikan kepastian terkait distribusi bantuan tersebut. Mereka menilai perbaikan infrastruktur jalan tidak bisa terus ditunda karena menyangkut aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah serius menangani ini. Jalan ini akses penting bagi warga dan santri,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keterlambatan realisasi hibah aspal tersebut. Upaya konfirmasi kepada Dinas PUPR Kabupaten Sampang masih belum membuahkan hasil.
Staf Bidang Bina Marga PUPR Sampang, Budi, tidak berada di kantor saat didatangi karena sedang dinas luar kota. Sementara itu, konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp juga belum mendapat respons. Media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan.
Editor : Redaksi