Peresmian SPPG Yayasan Al-Islah Gabol Tandai Penguatan Layanan Gizi di Sokobanah Sampang
SAMPANG, Celurit.news — Makan Bergizi Gratis, (MBG). sebuah program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto mulai tahun 2025. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui untuk menurunkan stunting, meningkatkan kualitas SDM, serta menggerakkan ekonomi lokal.(25/01/2026).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Islah Gabol yang berlokasi di Desa Tobai Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, resmi mulai beroperasi, Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan pemenuhan gizi Siswa siswi , Anak dan masyarakat.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri para ketua yayasan, Kepala Sekolah, tokoh masyarakat, serta calon penerima manfaat se-Kecamatan Sokobanah. Kehadiran para undangan mencerminkan dukungan luas terhadap program pelayanan gizi bagi Siswa - Siswi , anak dan masyarakat.
Melalui SPPG ini, Yayasan Al-Islah Gabol menargetkan pelayanan pemenuhan gizi bagi kurang lebih 1.000 Penerima Manfaat (PM), yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta siswa dan siswi dari seluruh desa di Kecamatan Sokobanah.
Prosesi pemotongan pita menandai dimulainya operasional dapur SPPG. Momentum tersebut disambut antusias oleh para calon penerima manfaat yang berharap layanan ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Kepala Dapur SPPG, Sayyidi Syekh Toriq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran SPPG Yayasan Al-Islah Gabol merupakan wujud komitmen nyata yayasan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi Siswa-siswi anak dan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa dapur SPPG tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan makanan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan gizi yang mengedepankan standar kebersihan, kualitas pangan, serta ketepatan sasaran distribusi.
“Kami memastikan seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pendistribusian makanan dilakukan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan. Ini adalah amanah besar yang harus kami jaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ahli Gizi Sofyan Harianto menjelaskan bahwa menu yang disediakan akan disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing penerima manfaat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia sekolah.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang tepat sasaran menjadi faktor penting dalam mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kami tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi memastikan kandungan gizinya seimbang, aman, dan sesuai dengan kebutuhan usia serta kondisi kesehatan penerima manfaat,” jelasnya.
Sofyan , selaku ahli gizi, juga menekankan pentingnya edukasi gizi kepada masyarakat agar manfaat dapat dirasakan secara berkelanjutan dan membentuk pola konsumsi yang lebih sehat.
Dengan diresmikannya SPPG Yayasan Al-Islah Gabol, diharapkan akses layanan pemenuhan gizi di Kecamatan Sokobanah semakin merata dan berkesinambungan, sekaligus menjadi contoh pelayanan gizi berbasis yayasan dan masyarakat.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini, sejalan dengan upaya bersama pemerintah dan elemen masyarakat dalam menekan angka gizi buruk dan stunting di Kabupaten Sampang.
Editor : Redaksi