Gelombang Protes Mengguncang Tlagah Sampang, Warga Lon Sabe Tuding Pj Kades Sewenang-wenang Pecat Kadus
SAMPANG, Celurit.news – Keputusan sepihak Penjabat (Pj) Kepala Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, memecat Kepala Dusun (Kadus) Lon Sabe, Abd. Syakur, memicu gelombang protes besar.
Surat keberatan yang ditujukan kepada Camat Banyuates dan Pj Kades Tlagah ditandatangani oleh unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga ratusan warga. (20/09/2025).
Mereka menilai Surat Keputusan (SK) No.188/161/KEP/434.509.06/2025 yang menjadi dasar pemecatan penuh kejanggalan dan mencederai prinsip keadilan.
Anggota BPD, Abd. Rosyid, menegaskan masyarakat menolak keras keputusan itu karena Syakur dikenal bersih, amanah, dan dekat dengan rakyat selama menjabat Kadus.
“Beliau tidak pernah merugikan warga. Justru selalu ada saat masyarakat membutuhkan. Pemecatan ini jelas tidak masuk akal dan sangat merugikan Lon Sabe,” tegas Rosyid.
Tokoh masyarakat, H. Sarimin, bahkan menyebut keputusan Pj Kades sebagai bentuk kesewenang-wenangan yang berpotensi menimbulkan gejolak sosial.
“Syakur sosok amanah, bisa menjaga keamanan, dan membuat warga nyaman. Tiba-tiba dicopot tanpa alasan jelas. Ini keputusan dzalim,” kecamnya.
Surat keberatan itu juga berisi desakan agar Camat Banyuates segera turun tangan dan membatalkan rekomendasi pemberhentian. Warga menuntut agar Syakur segera dikembalikan ke posisinya sebagai Kadus Lon Sabe.
Menurut warga, langkah Pj Kades tidak hanya mencoreng nilai demokrasi, tetapi juga mengabaikan aspirasi rakyat. Keputusan ini dianggap sebagai tindakan sepihak yang menyalakan bara konflik di desa.
“Kami tidak ingin desa ini gaduh hanya karena ulah segelintir orang. Camat harus segera bertindak, jangan biarkan keputusan sepihak ini berlarut,” tandas H. Sarimin.
Amarah warga kian membara. Mereka memperingatkan jika tuntutan tidak segera direspons, maka aksi yang lebih besar tidak bisa dihindari.
“Kalau suara rakyat terus diabaikan, maka jangan salahkan kami jika bergerak lebih keras,” ujar Abd. Rosyid dengan nada tegas.
Kini, bola panas berada di tangan Camat Banyuates. Publik menunggu apakah rekomendasi pemecatan yang dituding cacat itu akan segera dicabut, atau justru dibiarkan menjadi sumber kegaduhan baru di Desa Tlagah.
Editor : Redaksi