Diduga Akibat Aktivitas Galian C PT SBP, Jalan Poros Trapang–Asem Jaran Rusak Parah
SAMPANG, Celurit.News – Kondisi jalan poros Kabupaten Sampang yang menghubungkan Desa Trapang dengan Desa Asem Jaran, Kecamatan Banyuates, hingga kini masih memprihatinkan.
Kerusakan jalan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Sampang.
Warga setempat menduga kerusakan jalan disebabkan oleh aktivitas tambang galian C milik PT Sinar Batu Perkasa, yang setiap hari melintasi jalan poros kabupaten menggunakan truk bermuatan berat.
Salah seorang warga Desa Trapang mengungkapkan bahwa intensitas lalu lintas truk bermuatan material tambang sangat tinggi, sehingga mempercepat kerusakan jalan. Ironisnya, pihak perusahaan dinilai lepas tangan dan tidak menunjukkan tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Banyak sekali truk bermuatan berat yang lalu lalang setiap hari. Akibatnya jalan rusak parah, sementara pihak perusahaan membiarkannya tanpa ada perbaikan, ini dari tahun 2003 sampai sekarang," keluhnya.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum (APH), Pemerintah Kecamatan Banyuates, serta Polres Sampang untuk bertindak tegas dengan menutup aktivitas galian C di Desa Asem Jaran.
“Kami meminta APH segera menutup galian C tersebut agar kerusakan jalan poros kabupaten tidak semakin parah,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Banyuates Iptu Siswanto saat dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa informasi yang ia terima, jalan tersebut rencananya akan diperbaiki secara swadaya.
“Kalau soal jalan rusak, informasinya akan diperbaiki secara swadaya. Terkait aktivitas galian C, akan kami cek terlebih dahulu,” ujarnya singkat.
Camat Banyuates Moh. Imam juga menegaskan bahwa pengelola tambang seharusnya memiliki kesadaran terhadap dampak aktivitas usahanya terhadap fasilitas umum.
“Seharusnya pemilik galian C memahami dampaknya. Nanti akan saya cek langsung ke lapangan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi Celurit.News masih berupaya menghubungi pihak manajemen PT Sinar Batu Perkasa, namun belum mendapatkan keterangan resmi terkait dugaan kerusakan jalan akibat aktivitas tambang tersebut.
Editor : Redaksi