Aliansi Pemuda Pantura Tuntut PLN ULP Waru Pamekasan Transparan dan Bertanggung Jawab
PAMEKASAN, Celurit.News – Aliansi Pemuda Pantura Bersuara (APPB) bersama puluhan masyarakat mendatangi kantor PLN ULP Waru yang berlokasi di Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Kedatangan mereka untuk menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan tegas terhadap buruknya pelayanan listrik yang dinilai merugikan masyarakat. (10/11/2025).
Aksi tersebut berlangsung tertib namun penuh ketegangan. Massa membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap PLN yang dianggap tidak transparan dalam memberikan informasi jadwal pemadaman listrik. Mereka menilai, pemadaman tanpa pemberitahuan telah berdampak luas pada kegiatan ekonomi dan pendidikan warga.
Dalam rilis resmi yang diterima redaksi Celurit.News, APPB menyebut PLN ULP Waru telah gagal menjalankan fungsi pelayanan publik secara profesional. Pemadaman mendadak yang terjadi berulang kali dianggap menunjukkan lemahnya manajemen informasi dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat pengguna listrik.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Abd. Halim, dalam orasinya menegaskan bahwa pemadaman tanpa pemberitahuan telah menyebabkan kerusakan pada berbagai perangkat elektronik milik warga dan pelaku usaha kecil. Bahkan, kata dia, sejumlah komputer di lembaga pendidikan mengalami kerusakan akibat arus listrik tidak stabil.
“PLN tidak boleh lepas tangan. Kerusakan akibat pemadaman mendadak adalah bentuk kelalaian pelayanan. Kami menuntut tanggung jawab dan kompensasi yang jelas bagi masyarakat yang dirugikan,” tegas Abd. Halim di hadapan peserta aksi.
Selain menuntut ganti rugi, APPB juga menyoroti lemahnya stabilitas arus listrik di wilayah kerja PLN ULP Waru. Menurut Halim, kondisi tegangan listrik yang sering drop membuat banyak peralatan elektronik tidak berfungsi optimal dan menghambat produktivitas masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan jaringan listrik. APPB mendesak PLN agar segera melakukan peninjauan lapangan serta mempercepat pemasangan tiang dan perluasan jaringan di daerah-daerah yang belum terjangkau pasokan listrik normal.
“Masih banyak wilayah di Waru dan sekitarnya yang belum merasakan layanan listrik stabil. Ini harus segera dibenahi karena listrik adalah kebutuhan dasar, bukan kemewahan,” ujarnya.
Dalam poin tuntutan lainnya, APPB juga meminta PLN meningkatkan kualitas jaringan dan trafo agar voltase listrik tetap stabil di seluruh wilayah pelayanan. Menurut mereka, drop voltage yang terus terjadi membahayakan perangkat elektronik dan menimbulkan kerugian ekonomi.
Tak hanya itu, APPB menuntut transparansi program dan anggaran. Mereka meminta PLN membuka informasi publik terkait rencana perbaikan jaringan, progres pemeliharaan, serta alokasi dana pelayanan listrik di wilayah Waru dan sekitarnya.
“Warga berhak tahu ke mana anggaran pelayanan listrik digunakan. Transparansi adalah bentuk tanggung jawab PLN kepada publik,” tulis pernyataan resmi APPB yang dibacakan di depan kantor PLN ULP Waru.
Halim menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari PLN untuk melakukan evaluasi dan perbaikan, APPB akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.
“Jangan salahkan kami bila gelombang aksi berikutnya jauh lebih besar,” tegasnya menutup orasi.
Aksi unjuk rasa tersebut berakhir damai setelah perwakilan PLN menemui massa untuk berdialog. Namun, APPB menegaskan akan terus memantau realisasi tuntutan dan kesiapan PLN dalam memperbaiki mutu pelayanan listrik di wilayah Pantura Madura.
Editor : Redaksi