Polemik Proyek Desa, Pj Kades Tlagah Sampang Dianggap Tak Layak Pimpin Pemerintahan

Reporter : Alex supriadi

SAMPANG, Celurit.News - Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Tlagah, Ayyub, kembali menuai kritik publik setelah diduga menghindari tanggung jawab terkait pelaksanaan proyek makadam di wilayahnya. Proyek ini bersumber dari Dana Desa dan belakangan disorot karena tidak sesuai spesifikasi teknis.

Proyek jalan makadam yang seharusnya mendukung aksesibilitas warga justru memicu kekecewaan. Berbagai elemen masyarakat, terutama Gerakan Pemuda Tlagah (GPT), menyebut kualitas pekerjaan buruk dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan Empat Kendaraan di Jrengik Sampang, Kerugian Capai Rp 80 Juta

Dalam upaya klarifikasi oleh awak media, Ayyub justru mengarahkan kontributor untuk menghubungi Sahrawi—sosok yang diduga sebagai “mentor” atau pengendali kebijakan desa. Tindakan tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa Ayyub hanya berperan sebagai boneka dalam pemerintahan desa.

Sikap bungkam Ayyub terhadap sorotan media dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. Ketika dana negara dipertaruhkan, publik menuntut pejabat yang mampu menjawab, bukan menghindar.

Ketua GPT, Abd. Jalil, secara tegas menyampaikan bahwa tindakan Pj Kades mencerminkan lemahnya integritas. Ia bahkan mempertanyakan kelayakan Ayyub untuk terus memimpin, karena dianggap tidak mampu menjalankan perannya secara mandiri dan profesional.

“Kami sudah tidak percaya lagi. Pejabat publik harusnya menjawab langsung, bukan malah sembunyi. Kalau seperti ini, bagaimana bisa kami berharap pada kepemimpinannya?” ucap Jalil, Sabtu (26/7/2025).

Baca juga: Aktivis Desak Petronas Ganti Rugi Seluruh Rumpon Milik Nelayan Madura

Tak hanya menyoroti sikap Ayyub, GPT juga mendesak agar inspektorat dan aparat penegak hukum segera turun tangan. Mereka menilai ada potensi pelanggaran dalam proses pengadaan maupun pelaksanaan teknis proyek.

Jalil menambahkan, jika masalah ini dibiarkan tanpa penyelidikan, akan menjadi preseden buruk bagi desa lain.

“Dana Desa itu uang rakyat. Jangan sampai proyek-proyek seperti ini hanya jadi bancakan oknum,” ujarnya.

Baca juga: Pj Kades Tlagah Sampang Diduga Jadi Bonekanya Mentor

Pantauan tim di lapangan menunjukkan bahwa proyek makadam menggunakan material yang diduga jauh di bawah standar. Warga pun mulai menyuarakan protes karena proyek terlihat dikerjakan dengan asal-asalan, tanpa memperhatikan mutu dan manfaat jangka panjang.

 


Sampai berita ini diterbitkan, Ayyub belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi dari awak media sudah dilakukan berkali-kali, namun Pj Kades tetap enggan merespons.

Editor : Redaksi

Breaking News
Terpopuler
Berita Terbaru