Izin Milad ke-113 Muhammadiyah di Pendopo Sampang di tolak secara Mendadak Acara Tetap Digelar Tanpa Pemkab
SAMPANG, Celurit.News-Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Sampang tetap digelar meski tidak mendapat izin menggunakan Pendopo Trunojoyo, Selasa (16/12/2025). Pembatalan izin dilakukan secara mendadak, hanya sehari sebelum acara puncak dilaksanakan.
Agenda utama Milad yang semula direncanakan berlangsung di Pendopo Trunojoyo Sampang dan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, akhirnya dialihkan ke lokasi lain.
Panitia memutuskan memindahkan kegiatan ke Pondok Pesantren Al Ittihad, Kecamatan Camplong, serta PKBM Al-Hikmah di Kecamatan Karangpenang. Seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan sesuai agenda.
Pembatalan izin pendopo memicu polemik di kalangan warga Muhammadiyah. Pasalnya, Abdul Mu’ti bukan hanya Mendikdasmen RI, tetapi juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015–2027.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sampang, M. Soleh, menyampaikan kekecewaannya atas keputusan sepihak Pemerintah Kabupaten Sampang tersebut.
Ia menegaskan panitia telah menempuh seluruh prosedur administratif dan birokrasi sesuai ketentuan. Hingga tiga hari sebelum acara, tidak ada pemberitahuan adanya kendala.
“Kami sudah mengikuti semua prosedur. Tidak ada masalah sampai H-3. Namun tiba-tiba panitia dipanggil dan diberi informasi pendopo tidak bisa digunakan,” ujar Soleh, Senin (15/12/2025).
Menurut Soleh, alasan yang disampaikan Pemkab adalah adanya gangguan listrik di Pendopo Trunojoyo. Namun alasan tersebut dinilai tidak rasional.
“Alasannya listrik rusak. Padahal sejak pagi hingga sore kami melakukan persiapan dan kondisinya normal,” tegasnya.
Meski demikian, panitia memilih tidak memperpanjang polemik. Seluruh rangkaian Milad tetap dilanjutkan demi menjaga khidmat dan marwah organisasi.
Di Pondok Pesantren Al Ittihad Camplong, kegiatan Milad diawali sejak pagi dengan senam bersama yang melibatkan warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian gedung hasil revitalisasi yang mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Hidayatulloh, memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar meski tanpa kehadiran pejabat Pemerintah Kabupaten Sampang.
“Tidak ada pejabat Pemkab yang hadir. Namun Milad tetap berjalan sukses dan khidmat,” kata Hidayatulloh.
Rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah di Sampang juga dipusatkan di Kecamatan Karangpenang, meliputi peresmian Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang dan pengukuhan empat kepengurusan PCM baru.
Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti menegaskan peran strategis Muhammadiyah dalam memperkuat pendidikan, nilai kebangsaan, serta kontribusi sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Milad Muhammadiyah Sampang, M. Sholeh, menyebut perubahan lokasi tidak mengurangi esensi peringatan Milad, justru menjadi momentum konsolidasi dan penguatan komitmen warga Muhammadiyah di Sampang.
Editor : Redaksi