Petani di Sreseh Tewas Dibacok Brutal di Tegalan: Polisi Selidiki Motif Pertikaian Lama

Penulis : -
Petani di Sreseh Tewas Dibacok Brutal di Tegalan: Polisi Selidiki Motif Pertikaian Lama
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi tewasnya Suja’i, petani asal Desa Noreh yang menjadi korban pembunuhan brutal di tegalan.( Foto : Istimewa).

SAMPANG, Celurit.News — Warga Kecamatan Sreseh digemparkan oleh insiden pembunuhan sadis yang menewaskan seorang petani bernama Suja’i (52), warga Dusun Nambengan, Desa Noreh, Rabu 03 Desember 2025 sore. Korban ditemukan bersimbah darah di sebuah tegalan sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa mengenaskan itu diduga dipicu percekcokan antara korban dan seorang pria berinisial MT (60), yang merupakan tetangga sekaligus sesama petani. Pertikaian keduanya berakhir dengan aksi penganiayaan brutal hingga merenggut nyawa Suja’i.(04/11/2025).

Kejadian bermula saat korban sedang mencari rumput di tegalan milik kakaknya, Mat Rasit. Di lokasi itu, korban melintas ke tegalan bagian utara yang diketahui sebagai lahan milik pelaku.

Saat itulah keduanya berpapasan dan diduga terlibat adu mulut. Menurut keterangan awal polisi, cekcok tersebut berlangsung sangat singkat sebelum berubah menjadi serangan membabi buta.

Kapolsek Sreseh melalui Humas Kepolisian menyebut pelaku menggunakan dua alat pertanian saat melancarkan serangannya, yakni sebilah celurit dengan gagang patah dan sebuah cangkul yang ditemukan di lokasi kejadian.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri. Ia berlari sekitar 100 meter ke arah utara. Namun luka parah yang dideritanya membuat Suja’i ambruk dan meninggal di tempat.

Hasil pemeriksaan awal penyidik menemukan sejumlah luka fatal. Di antaranya luka bacok pada bagian depan leher, luka tebas di pinggang kiri, serta kondisi tubuh korban yang rusak akibat serangan bertubi-tubi.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa pelaku melakukan penganiayaan sangat kejam dengan niat melukai secara serius.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi. Selain celurit dan cangkul, pakaian serta sarung pelaku yang diduga berlumuran darah juga turut disita.

Tim Inafis Polres Sampang melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi pasti insiden mematikan tersebut.

“Semua barang bukti sudah kami sita dan saat ini masih dalam tahap pendalaman,” ujar pihak kepolisian melalui rilis resminya.

Pelaku MT berhasil diamankan oleh warga tak lama setelah kejadian. Ia kemudian diserahkan ke aparat dan langsung dibawa ke Rutan Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Kami telah menangani kasus ini dan pelaku saat ini berada dalam penahanan Satreskrim,” tegas petugas.

Sementara itu, motif utama dari pertikaian tersebut masih terus didalami. Dugaan awal mengarah pada konflik pribadi yang sudah berlangsung lama, namun aparat belum menyampaikan detail lebih jauh.

“Kami masih menggali keterangan saksi dan menelusuri latar belakang hubungan keduanya,” tambah penyidik.

Kematian tragis Suja’i menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan membuat warga Sreseh terkejut. Masyarakat berharap polisi dapat mengungkap motif sebenarnya dan memberikan keadilan bagi korban.

Editor : Redaksi