Kontes Bonsai Se Madura Digelar di Jatra Timur Sampang, Jadi Ajang Ngopi Bersama

Penulis : -
Kontes Bonsai Se Madura Digelar di Jatra Timur Sampang, Jadi Ajang Ngopi Bersama
Kontes Bonsai Se Madura Digelar di Desa Jatra Timur, Banyuates, Sampang. (Foto: Istimewa)

SAMPANG, Celurit.News — Kontes bonsai se-Madura sekaligus kegiatan ngopi bareng para sesepuh bonsai mania digelar oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Sampang di Taman Raddhin Maja, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Minggu (30/11/2025)

Acara tersebut dihadiri Camat Banyuates, para sesepuh penggemar bonsai se-Madura, serta ratusan peserta dan masyarakat.

Ketua panitia sekaligus Pj Kepala Desa Jatra Timur, Bambang Joko Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, namun wadah mempererat hubungan antarpecinta bonsai.

“Kami berharap kontes ini terus menjadi sarana silaturahmi. Para sesepuh bonsai mania semoga tetap kompak dan saling mendukung,” ujarnya.

Joko juga mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan gelaran kontes dengan skala lebih besar dalam waktu dekat.

“Insyaallah kontes bonsai se-Jawa Timur akan dilaksanakan di Taman Raddhin Maja pada 15 Januari 2026, bertepatan dengan Hari Desa,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus PPBI Sampang, Wiwit Nur Alam, dalam sambutannya menegaskan bahwa esensi kegiatan ini bukan semata mengejar prestasi.

“Tujuan utama kontes ini adalah memperkuat tali silaturahmi antar pecinta bonsai yang tergabung dalam PPBI. Dari Madura hingga berbagai daerah lain, kita dipersatukan oleh kecintaan terhadap bonsai,” jelasnya.

Pada sesi penutup, Camat Banyuates, Muhammad Imam menyatakan dukungan penuh atas penyelenggaraan kontes tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan sektor wisata dan ekonomi lokal.

“Acara seperti ini mendukung pariwisata. Jika wisata bergerak, maka perekonomian masyarakat Banyuates akan bersirkulasi dengan baik dan berkembang,” tegasnya.

Kontes bonsai ini menjadi momentum penting bagi komunitas pecinta bonsai di Madura, sekaligus bukti bahwa hobi dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menggerakkan ekonomi daerah.

Editor : Redaksi