Ratusan Warga Sokobanah Laok Sampang Terima BLTS: Pemdes dan Pos Indonesia Tegaskan Komitmen Sosial
SAMPANG, Celurit.News — Ratusan warga Desa Sokobanah Laok tampak memadati lokasi penyaluran Bantuan tersebut, meskipun langit mendung mengancam. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, Pemdes Sokobanah Laok bersama Pos Indonesia tetap melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Siltap (BLTS) Kesra dengan tertib dan penuh kehati-hatian.(04/12/2025).
Suasana haru terlihat ketika warga yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu datang membawa berkas verifikasi. Mereka menunggu namanya dipanggil satu per satu, sebuah sistem yang diterapkan untuk menghindari antrean panjang dan menjaga keamanan acara.
Menurut data resmi Pemdes Sokobanah laok tahun ini, menerima ratusan Kelompok Penerima Memfaat (KPM) dari berbagai dusun terdaftar sebagai penerima BLTS Kesra. Proses seleksi dilakukan ketat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan rekomendasi lapangan, agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan.
Pj Kades Sokobanah Laok, Arif Faridi, menyampaikan apresiasi kepada Pos Indonesia yang turut membantu kelancaran penyaluran. Ia menegaskan bahwa BLTS Kesra telah menjadi tiang penyangga ekonomi masyarakat desa, terutama bagi warga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan pokok.
“Kami sangat berharap program ini terus berlanjut. Bahkan jika memungkinkan, jumlah penerima harus ditambah agar lebih banyak warga bisa merasakan manfaatnya,” ujar Arif dengan nada tegas namun penuh harapan.
Ia juga menyoroti pentingnya pendataan yang lebih baik, lebih akurat, dan lebih transparan. Menurutnya, tidak boleh ada warga yang layak justru tidak masuk daftar hanya karena kesalahan administrasi atau kurangnya informasi.
Sekretaris Desa Sokobanah Laok, Ismail, menambahkan bahwa penyaluran BLTS kali ini berjalan jauh lebih tertib dibandingkan hari sebelumnya. Ia menyebut sinergi antara tim administrasi dan petugas lapangan menjadi kunci keberhasilan kegiatan.
“Kami mengawal setiap tahapan, mulai dari berkas hingga pengambilan dana. Semua dilakukan secara terbuka agar masyarakat memahami prosesnya dan tidak menimbulkan prasangka,” ungkapnya.
Ismail turut mendorong warga untuk aktif melakukan kontrol sosial. Ia meminta masyarakat tidak segan melaporkan jika menemukan data ganda, ketidak tepatan penerima, atau ada warga yang dinilai lebih berhak namun belum terdaftar.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak, mulai dari perangkat desa hingga petugas Pos Indonesia yang tetap melayani warga meski cuaca kurang bersahabat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti oleh keadaan.
Di sela kegiatan, Syamsul salah satu penerima BLTS Kesra menceritakan bagaimana bantuan ini menjadi angin segar di tengah kesulitan hidupnya. Dengan suara bergetar, ia mengaku bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya yang selama ini berjuang tanpa banyak dukungan.
“Kami benar-benar bersyukur. BLTS ini sangat membantu. Seumur hidup saya, sejak saya lahir ada di Sokobanah Laok, saya belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah. Baru kali ini,” ungkapnya, menahan haru.
Ia berharap program sosial seperti BLTS Kesra tidak hanya berlanjut, tetapi juga menyentuh warga lain yang kondisinya tidak kalah berat dari dirinya.
“Masih banyak warga kecil yang butuh uluran tangan,” tambahnya.
Syamsul tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Pemdes Sokobanah Laok dan jajaran yang telah memperjuangkan penyaluran bantuan ini hingga tepat sasaran.
Dengan terlaksananya penyaluran BLTS Kesra tahun ini, Pemdes Sokobanah Laok menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja memastikan setiap program sosial benar-benar memberikan manfaat nyata. Harapan besar disemai: kesejahteraan masyarakat desa harus terus diperjuangkan, tanpa meninggalkan satu pun warga yang membutuhkan.
Editor : Redaksi