PAMEKASAN, Celurit.News – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan membenarkan penangkapan seorang terduga pelaku penjambretan yang berujung maut di Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu 07 Januari 2026 . dan mengakibatkan seorang warga lanjut usia meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepastian penangkapan disampaikan oleh Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi, saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (11/01/2026).
“Iya, benar. Masih dalam pengembangan,” ujar AKP Jupriadi singkat melalui pesan WhatsApp.
Namun demikian, pihak kepolisian belum membuka secara rinci kronologi kejadian maupun peran terduga pelaku, dengan alasan proses penyidikan masih berjalan.
Hal senada disampaikan Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan. Ia menegaskan bahwa seluruh informasi resmi akan disampaikan melalui konferensi pers.
“Senin kami rilis. Besok akan kami sampaikan lengkap saat rilis resmi,” kata AKP Doni.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku diamankan oleh tim Satreskrim Polres Pamekasan di Jalan Raya Rabiyan, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, pada Sabtu (10/01/2026).
Di tengah proses penyidikan, beredar informasi di masyarakat bahwa terduga pelaku berinisial UA diduga merupakan seorang aparat desa.
UA disebut-sebut menjabat sebagai Kepala Dusun di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Baca juga: Identitas Pria Bersimbah Darah di Tambelangan Sampang Terungkap, Korban Ternyata Warga Surabaya
“Kabarnya pelaku itu menjabat sebagai kepala dusun di Desa Tlagah. Tapi lebih pastinya silakan dikonfirmasi ke pemerintah desa setempat,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Tlagah, Ayyub, mengaku belum dapat memberikan keterangan pasti terkait informasi tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Ayyub menyebut dirinya masih dalam kondisi pemulihan pascaoperasi.
“Saya masih sakit, Pak. Untuk sementara pemerintahan desa dijalankan oleh sekretaris desa,” katanya.
Ayyub juga belum dapat memastikan apakah terduga pelaku yang ditangkap polisi merupakan aparat desanya.
Baca juga: Nelayan Batumarmar Laporkan Dugaan Korupsi Dana Ganti Rumpon Rp3,15 Miliar ke Polres Pamekasan
“Saya belum tahu pasti. Nama bisa saja sama dengan orang lain. Saya perlu mengecek terlebih dahulu,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi penjambretan di Dusun Beltok berujung tragedi yang menimpa satu keluarga.
Korban saat itu berboncengan menggunakan satu sepeda motor bersama anak dan cucunya. Diduga akibat aksi penjambretan, terjadi benturan keras yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Hingga kini, kepolisian menegaskan penyidikan masih terus berjalan dan meminta masyarakat menunggu hasil resmi penyelidikan serta rilis kepolisian guna memastikan fakta hukum secara utuh dan berimbang.
Editor : Redaksi