Dapur MBG Karang Anyar Sampang di SDI Assanusi Tobai Barat Mencuat, Wali Murid Soroti Porsi dan Kelayakan Menu
SAMPANG, Celurit.news - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai dari dapur Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang, menuai keluhan dari sejumlah wali murid di SDI Assanusi, Desa Tobai Barat. Para orang tua menilai kualitas makanan yang diterima siswa belum sepenuhnya mencerminkan standar gizi yang diharapkan dalam program nasional tersebut. (05/05/2026).
Keluhan itu disebut bukan kali pertama muncul. Sejumlah wali murid mengaku dalam beberapa pekan terakhir mereka kerap menerima laporan dari anak-anak terkait menu makanan yang dinilai kurang variatif dan porsi yang dianggap tidak sebanding dengan kebutuhan gizi siswa usia sekolah.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, persoalan menu MBG tersebut bahkan sempat memicu penolakan dari pihak sekolah. Penolakan itu diduga berkaitan dengan kekhawatiran bahwa makanan yang disajikan belum memenuhi kelayakan gizi sebagaimana semangat program yang dicanangkan pemerintah.
Pada pembagian menu hari ini, siswa dilaporkan menerima nasi putih, satu buah pisang, satu potong ayam goreng, serta gorengan. Susunan menu tersebut kemudian menjadi sorotan wali murid karena dinilai terlalu sederhana untuk ukuran program makan bergizi. selain itu MBG Tersebut sama petugas di bungkus dalam satu plastik. yang seharusnya di bungkus dengan ompreng.
Sejumlah orang tua mempertanyakan komposisi makanan yang dinilai minim unsur pelengkap gizi. Mereka menyoroti tidak adanya sayuran maupun sumber protein tambahan yang lazimnya menjadi bagian penting dalam pola makan sehat bagi anak-anak.
Selain komposisi menu, muncul pula dugaan adanya pengurangan porsi dalam distribusi makanan. Beberapa wali murid menilai isi paket makanan yang diterima siswa tidak konsisten dan dinilai lebih sedikit dibandingkan dengan ekspektasi program MBG.
Aspek kebersihan makanan juga ikut menjadi perhatian. Sejumlah wali murid mengaku khawatir terhadap tingkat higienitas makanan yang dibagikan, mengingat makanan tersebut dikonsumsi langsung oleh anak-anak di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut memunculkan kegelisahan di kalangan orang tua. Mereka berharap program MBG tidak sekadar berjalan secara administratif, melainkan benar-benar menghadirkan manfaat nyata dalam mendukung pemenuhan gizi siswa di sekolah.
Wali murid meminta agar pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas menu, standar pengolahan, hingga mekanisme distribusi makanan. Mereka menilai pengawasan ketat penting agar tujuan program tidak melenceng dari substansi awalnya.
Media ini kesulian dalam menghubungi pihak pengelola dapur MBG di Desa Karang Anyar ketapang Sampang, termasuk kepala pengelola dapur, guna memperoleh penjelasan terkait keluhan yang disampaikan wali murid.
Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak dapur MBG Desa Karang Anyar belum memberikan klarifikasi ataupun tanggapan resmi atas berbagai keluhan yang berkembang di lingkungan SDI Assanusi, Desa Tobai Barat.
Namun Media ini Akan Terus berupaya untuk melakukan konfirmasi hingga informasi ini akurat dan berimbang.
Editor : Redaksi