Kaesang Klaim Struktur PSI Jatim Capai 96 Persen, Targetkan Konsolidasi Hingga Dusun
SURABAYA, Celurit.news – Perbaikan dan penguatan struktur organisasi menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur yang digelar di Surabaya,(09/01/2026).
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, menyampaikan bahwa proses pembenahan struktur partai di Jawa Timur telah mencapai angka signifikan, yakni 96 persen.
Menurut Kaesang, Rakorwil tersebut merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi internal PSI untuk memastikan struktur partai berjalan optimal hingga ke tingkat bawah.
“Acara ini menjadi salah satu rangkaian kami untuk memperbaiki struktur PSI di tingkat kecamatan. Alhamdulillah saat ini sudah sampai 96 persen,” ujar Kaesang kepada awak media usai Rakorwil.
Capaian tersebut, kata Kaesang, menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah dengan progres struktur organisasi terbaik secara nasional.
Ia bahkan menyebut kondisi struktur PSI di Jawa Timur lebih solid dibandingkan sejumlah wilayah lain, termasuk Jawa Tengah.
“Kalau saya jujur, struktur PSI di Jawa Timur jauh lebih baik. Bahkan akan jauh lebih baik daripada Jawa Tengah, insya Allah,” ungkapnya.
Saat ini, konsolidasi struktural PSI di Jawa Timur telah rampung hingga tingkat kecamatan di seluruh kabupaten dan kota.
Ke depan, Kaesang menegaskan pihaknya akan melanjutkan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kelurahan, desa, bahkan dusun.
Langkah tersebut dilakukan agar kehadiran PSI benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.
“Supaya manfaat PSI bisa terasa sampai ke masyarakat paling bawah,” tambahnya.
Kaesang juga menilai struktur organisasi yang semakin solid akan menjadi modal penting bagi PSI untuk menatap agenda politik ke depan dengan lebih percaya diri.
PSI menargetkan perolehan 100 kursi DPRD di tingkat kabupaten/kota serta delapan kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur pada pemilu mendatang.
Selain target elektoral, Kaesang menekankan pentingnya mendorong keterlibatan generasi muda dalam proses politik dan demokrasi.
“Mungkin tidak harus terjun langsung ke politik, tapi setidaknya mau datang ke TPS dan berpartisipasi dalam Pemilu. Siapapun yang dipilih tidak masalah, yang penting ikut berpartisipasi,” pungkasnya.
Editor : Redaksi