PC SEMMI Kediri Raya Soroti Keberadaan Tempat Penjualan Miras di Radius Dekat Monumen SLG
KEDIRI,Celuritnews.com – Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia PC SEMMI Kediri Raya memberikan perhatian khusus terhadap penataan sosial dan ketertiban di kawasan strategis Kabupaten Kediri. Fokus utama yang disoroti adalah keberadaan aktivitas penjualan minuman keras miras yang lokasinya dinilai terlalu dekat dengan pusat kebanggaan daerah, yakni Monumen Simpang Lima Gumul SLG. (04/07/2026).
Ketua Umum PC SEMMI Kediri Raya Adham Hakam Amrulloh atau yang akrab disapa Mas Adam menjelaskan bahwa kenyamanan dan keamanan di sekitar ruang publik merupakan cerminan dari komitmen tata kelola daerah. Oleh karena itu, peredaran zat adiktif di pusat pariwisata tersebut dinilai memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius dari pemerintah setempat.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh PC SEMMI Kediri Raya, aktivitas penjualan miras terindikasi masih beroperasi dalam radius sekitar satu kilometer dari titik Monumen SLG. Posisi yang sangat sentral ini dikhawatirkan dapat memicu dampak sosial negatif serta mengaburkan citra positif Kabupaten Kediri yang dikenal tertib dan religius.
"Monumen Simpang Lima Gumul adalah ruang publik tempat berkumpulnya keluarga dan generasi muda, sekaligus menjadi beranda depan bagi wisatawan luar daerah. Kurang elok rasanya jika dalam radius satu kilometer dari ikon utama ini justru terdapat tempat-tempat yang menjajakan miras. Kita semua punya kewajiban moral untuk menjaga agar wajah Kediri ini tetap bersih dan aman," ujar Mas Adam.
Menyikapi hal tersebut, PC SEMMI Kediri Raya mendorong pejabat Pemerintah Kabupaten Pemkab Kediri dan jajaran Musyawarah Pimpinan Kabupaten Muspikab Kediri untuk lebih responsif. Mas Adam mengharapkan para stakeholder yang bertanggung jawab atas penegakan regulasi daerah tidak longgar dalam melakukan pengawasan dan penertiban di ring utama kabupaten.
"Kami mengajak jajaran Pemkab, pihak kepolisian, dan Satpol PP selaku penegak Perda untuk bersama-sama meningkatkan kepekaan sosial. Evaluasi terhadap izin operasional tempat usaha di sekitar lingkar monumen harus diperketat. Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa ada pembiaran terhadap aktivitas yang dapat merusak citra daerah," tambahnya.
Melalui pernyataan resmi ini, PC SEMMI Kediri Raya menyampaikan beberapa rekomendasi penting, di antaranya mendesak Pemkab Kediri menetapkan zona steril miras di kawasan pariwisata SLG, meminta Polres Kediri meningkatkan patroli berkala di jalur utama menuju monumen, serta menyatakan kesiapan mahasiswa untuk terus mengawal perbaikan tata sosial ini demi kebaikan masa depan generasi muda Kediri.
"Menjaga marwah SLG adalah tugas kolektif kita bersama. Kami berharap aspirasi konstruktif dari rekan-rekan mahasiswa ini segera direspons dengan tindakan nyata di lapangan oleh para pemangku kebijakan," pungkas Mas Adam.
Editor : Redaksi