Pesan Pamitan Dokter Ortopedi Gegerkan RSMZ Sampang, Jaspel hingga Kasus MRI Disorot

Reporter : Alex supriadi
Gedung RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang, rumah sakit milik Pemkab Sampang yang tengah diterpa isu internal menyusul beredarnya pesan pamitan seorang dokter spesialis ortopedi.( Foto : Istimewa).

SAMPANG, Celurit.news- Badai internal kembali mengguncang RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang. Sebuah pesan berantai yang diduga ditulis oleh dokter spesialis ortopedi, dr. Muhammad Pandunugrahadi, beredar luas dan menyita perhatian publik.(04/02/2026).

Isi pesan tersebut berupa curahan hati bernada emosional yang kuat, yang disinyalir sebagai sinyal pengunduran diri dari rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sampang itu.

Baca juga: Korupsi BLUD RSUD Menggelinding, Bupati Sampang Diperiksa Kejaksaan

Informasi yang dihimpun Celurit.news menyebutkan, pesan tersebut beredar di kalangan internal tenaga medis RSMZ. Seorang sumber terpercaya membenarkan bahwa pesan itu mengarah pada pamitan.

“dr. Pandu pamitan,” ujar narasumber yang engan di sebutkan namanya.

Dalam pesan yang diduga ditujukan kepada rekan sejawat dan para seniornya, dr. Muhammad Pandunugrahadi mengungkapkan bahwa dirinya telah mengabdi hampir dua tahun di Sampang, bahkan sempat menjalankan pelayanan ortopedi seorang diri.

Namun, ia menilai pengalaman yang dialaminya dalam sepekan terakhir sebagai fase paling menyakitkan selama menjalankan tugas sebagai tenaga medis di RSMZ Sampang.

Ia menyinggung keterlambatan pembayaran jasa pelayanan (jaspel) bulan Desember yang baru diterimanya pada 31 Desember, serta besaran jaspel yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah tindakan operasi yang telah dilakukan.

Baca juga: Terindikasi Korupsi BLUD Tahun 2023 Hingga 2025, Kejari Sampang Geledah RSUD dr. Mohammad Zyn

Persoalan tersebut, menurut pengakuannya, telah berulang kali dibahas dalam forum rapat internal rumah sakit, namun tak kunjung menemui titik terang.

Situasi semakin memanas ketika, sebagaimana tertulis dalam pesan itu, jaspel justru sempat ditransfer dua kali, lalu kelebihan dana tersebut diminta untuk segera dikembalikan pada hari yang sama.

Tak hanya persoalan jaspel, pesan yang diduga berasal dari dr. Pandunugrahadi juga menyinggung pemanggilan dirinya terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat MRI di RSMZ Sampang.

Meski berstatus sebagai saksi, ia mengaku tersinggung dan mempertanyakan alasan pemanggilan dirinya, sementara tidak ada dokter spesialis lain yang disebut mengalami perlakuan serupa. Ia juga menegaskan tidak pernah mengusulkan maupun meminta pengadaan alat MRI tersebut.

Pada bagian akhir pesan, dr. Pandunugrahadi disebut meminta agar kepesertaan HFIS miliknya segera dicabut serta menyatakan tidak ingin lagi memiliki urusan apa pun dengan RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang.

Celurit.news telah berupaya melakukan konfirmasi kepada dr. Muhammad Pandunugrahadi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapat respons.

Sementara itu, pihak manajemen RSMZ Sampang juga belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran pesan tersebut maupun kepastian status pengunduran diri yang bersangkutan.

Editor : Redaksi

breaking News
Terpopuler
Berita Terbaru