PEKALONGAN, Celurit.news – Keputusan hijrah dari hiruk-pikuk ibu kota bukanlah hal mudah bagi siapa pun. Namun, langkah berani itu justru membawa Asep, mantan profesional di bidang keuangan, menemukan jalan hidup yang lebih bermakna di kampung halamannya, Kota Pekalongan.
Asep sebelumnya dikenal sebagai pekerja kantoran dengan rutinitas padat, rapat beruntun, serta target pekerjaan yang menuntut ketepatan dan kecepatan. Meski hidupnya tampak mapan, keinginan untuk kembali ke akar dan membangun usaha sendiri terus menghantuinya. (19/11/2025).
Baca juga: UMKM Naik Kelas, Dinas Koperasi Jatim Gelar Pelatihan Keamanan Pangan di Malang
Mimpi itu akhirnya diwujudkan ketika ia memutuskan untuk pulang kampung. Baginya, Pekalongan bukan sekadar tempat lahir, tetapi juga ruang untuk membangun kembali masa depan dengan cara yang lebih mandiri dan bermakna.
Melihat potensi besar sektor peternakan, Asep memilih fokus pada budidaya domba dan kambing. Ia menilai, kebutuhan pasar terhadap hewan ternak untuk aqiqah, qurban, hingga konsumsi harian terus mengalami peningkatan setiap tahun.
Menurut Asep, usaha peternakan bukan hanya menjanjikan secara ekonomi tetapi juga membawa nilai ibadah yang tinggi. Hal itu menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus memperbesar skala ternaknya.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Dadaprejo Batu Malang Diresmikan, Bantu Perkuat Ekonomi Rakyat
Pada awal merintis, ia harus berhadapan dengan berbagai tantangan seperti manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga pemasaran. Namun dengan disiplin dan pengalaman manajerial yang dimiliki, hambatan itu perlahan mampu ia atasi.
Kini, ratusan ekor domba dan kambing menjadi bukti nyata kerja kerasnya. Usaha yang dimulai dari kandang sederhana tersebut berkembang menjadi sentra ternak yang mulai dikenal luas di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Baca juga: Kabupaten Bangkalan Genjot 281 Kopdes Mirah Putih : Siap Beroprasi, diskopumdag Dorong Inovasi nyata
Asep juga melibatkan warga sekitar dalam kegiatan peternakan, mulai dari pekerja harian hingga pemasok pakan. Baginya, usaha ini tidak hanya soal keuntungan pribadi, tetapi juga bagaimana dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Perjalanan hijrah Asep membuktikan bahwa meninggalkan zona nyaman bukanlah langkah mundur. Ia berhasil bertransformasi dari pekerja kantoran di Jakarta menjadi peternak sukses yang menginspirasi banyak pemuda desa.
Editor : Redaksi