KEDIRI, Celurit.news — Baru sebulan setelah serah terima jabatan (sertijab) pada 1 April 2026, Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur, Mardji, S.Pd., M.Pd., dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Situasi ini memicu perhatian berbagai pihak, salah satunya KPW Rekan Indonesia Jawa Timur, yang menilai perlu adanya langkah cepat untuk menjaga stabilitas kepemimpinan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Rekan Indonesia Jatim Anugerahkan Klinik Tera Husada Blitar sebagai Faskes Berkomitmen Terbaik
Ketua KPW Rekan Indonesia Jawa Timur, Bagus Romadhon, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi mengganggu jalannya proses pendidikan.
“Belum genap satu bulan pasca sertijab, kepala sekolah sudah dalam kondisi sakit. Maka sudah sepatutnya segera ditunjuk Pelaksana Tugas (PLT) agar roda pendidikan tetap berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, penunjukan PLT bukan sekadar langkah administratif, melainkan bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga keberlangsungan manajemen sekolah sekaligus menghormati kondisi kesehatan pejabat yang bersangkutan.
Baca juga: Rekan Indonesia Dorong Pemkot Kediri Tingkatkan Status KLA Madya Menuju KLA Nindya 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, fr pemulihan.
“Kesehatan adalah yang utama. Untuk sementara fokus pada pemulihan. Kami mendoakan agar segera pulih dan dapat kembali bertugas,” katanya.
Baca juga: Kepala SMKN 1 Kota Kediri Diduga Bawa Celurit Mainan, Dikecam Praktisi Pendidikan
Rekan Indonesia Jawa Timur mendorong Dinas Pendidikan segera mengambil kebijakan strategis dengan menunjuk PLT Kepala Sekolah guna menghindari kekosongan kepemimpinan.
Langkah cepat dinilai krusial agar aktivitas belajar mengajar di SMAN 5 Taruna Brawijaya tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.
Editor : Redaksi