Cinta dalam Doa: Pernikahan Ning Alvi dan Mas Aik Disambut Haru Ratusan Warga Desa Bira Timur Sampang

celurit.news
“Dalam setiap tatapan, tersimpan doa dan harapan. Ning Alvi & Mas Aik, melangkah bersama menuju kisah abadi.” (Doc: Nieng Alvi dan Mas Aik Saat Preweding).

SAMPANG, CELURIT.NEWS — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menjelang pernikahan putri sulung pengasuh Pondok Pesantren Al-Maqbuliyah. Ning Alviatus Sa’adah, sosok yang dikenal santun dan bersahaja, resmi dipersunting oleh Mas Achmad Faiquddanan, putra dari keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan.(12/04/2026).

Pernikahan dua keluarga besar pesantren ini bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan juga pertemuan dua tradisi keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Nama besar kedua pesantren turut memberi nuansa tersendiri dalam prosesi sakral tersebut.

Baca juga: Kepala SDN Paopale Laok 7 Klaim Dugaan Siswa Fiktif “Sudah Klir”, Publik Pertanyakan SP2HP di Polres Sampang

Menjelang satu hari resepsi, ratusan masyarakat tampak memadati kediaman keluarga besar Ust. Pathorohman dan Nyai Noer Azizah. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan, melainkan turut ambil bagian dalam gotong royong, membantu berbagai persiapan acara.

Mas Aik, demikian ia akrab disapa, merupakan putra dari KH. Mas Noer Hasan Ghazi dan Nyai Faidoh Aschal, keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan sebuah nama yang telah lama dikenal sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam yang kokoh.

Aktivitas warga terlihat sejak pagi hingga malam. Mulai dari mendirikan tenda, menata dekorasi, hingga menyiapkan konsumsi, semua dilakukan dengan penuh keikhlasan. Tradisi kebersamaan ini menjadi potret kuatnya solidaritas masyarakat desa Bira Timur.

Di tengah kesibukan itu, aura kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Ning Alvi dan Mas Aik. Keduanya tampak tenang, seolah siap menapaki babak baru dalam kehidupan rumah tangga yang penuh tanggung jawab.

Acara resepsi pernikahan ini dikemas secara istimewa dengan konsep “eksenstrik” yang memadukan nuansa modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional pesantren. Perpaduan tersebut menciptakan suasana yang unik dan berkelas.

Tak hanya berlangsung satu hari, rangkaian acara dijadwalkan selama dua hari dua malam. Setiap sesi dirancang dengan detail, mulai dari prosesi keagamaan hingga hiburan yang tetap berlandaskan norma kesopanan.

Baca juga: Hibah 300 Drum Aspal Tak Kunjung Terealisasi, Warga Tambelangan Sampang Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Kehadiran tamu undangan dari berbagai daerah turut menambah semarak acara. Para tokoh agama, alumni pesantren, hingga masyarakat umum datang untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai.

Ning Alvi dikenal sebagai pribadi yang lembut dan penuh dedikasi dalam lingkungan pesantren. Sementara Mas Aik, dengan latar belakang keluarga Sidogiri, membawa karakter tegas namun rendah hati.

Pertemuan keduanya diyakini sebagai jodoh yang telah dirancang dengan penuh hikmah. Ikatan ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Dalam balutan busana pengantin bernuansa modern elegan, keduanya tampil memukau. Namun lebih dari itu, kesederhanaan sikap mereka justru menjadi daya tarik yang paling menyentuh hati.

Baca juga: Proyek PISEW Rp500 Juta di Sreseh Retak Dini, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

Prosesi akad yang telah berlangsung beberapa bulan lalu menjadi puncak dari perjalanan panjang menuju hari bahagia tersebut. Lantunan doa dan harapan mengiringi setiap langkah mereka menuju kehidupan baru.

Resepsi yang digelar bukan hanya tentang kemewahan, melainkan juga tentang makna kebersamaan dan keberkahan. Nilai-nilai itu terasa kuat di setiap sudut acara.

Masyarakat yang hadir pun mengaku terinspirasi oleh konsep pernikahan yang memadukan modernitas dengan kearifan lokal. Sebuah contoh bahwa tradisi dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman.

Akhirnya, pernikahan Ning Alviatus Sa’adah dan Mas Achmad Faiquddanan menjadi lebih dari sekadar perayaan cinta. Ia menjelma menjadi simbol persatuan, keberkahan, dan harapan bagi masa depan yang lebih baik.

Editor : Redaksi

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru