Jhuko’ Tonoh Hidupkan Pantai Lon Malang, Kolaborasi Pemdes Bira Tengah Sampang dan Warga Dongkrak UMKM Pesisir Utara

Reporter : Alex supriadi
Suasana stan UMKM pada event Jhuko’ Tonoh di Pantai Lon Malang. Beragam produk olahan hasil laut dan kuliner tradisional khas Sokobanah dipadati pengunjung, menjadi bukti bangkitnya ekonomi kreatif masyarakat pesisir.( Foto : Celurit.News).

SAMPANG, Celurit.News — Pemerintah Desa (Pemdes) Bira Tengah bersama pengelola Wisata Pantai Lon Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Event budaya dan wisata bertajuk Jhuko’ Tonoh sukses digelar selama dua hari, 13–14 Desember 2025, di Pantai Lon Malang, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.(14/12/2025).

Kegiatan ini menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir utara Sampang. Ribuan pengunjung tampak memadati kawasan pantai sejak hari pertama pelaksanaan.

Baca juga: Pantai Lon Malang Sampang, Destinasi Wisata Eksotis dengan Nuansa Pasir Putih dan Cemara Udang

Antusiasme pengunjung datang dari berbagai daerah. Mereka menikmati suguhan wisata alam yang dipadukan dengan budaya lokal dan kuliner khas pesisir Utara ( Sokobanah).

Ragam acara disiapkan untuk memeriahkan Jhuko’ Tonoh. Mulai dari pertunjukan daul dug dug yang sarat nuansa budaya, bazar UMKM, area camp ground, hingga festival ikan bakar yang menjadi ikon utama acara.

Aroma ikan bakar dari hasil laut segar khas Sokobanah menguar di sepanjang bibir pantai. Aneka olahan laut tradisional disajikan langsung oleh warga, menciptakan pengalaman kuliner autentik yang memanjakan wisatawan.

Keindahan Pantai Lon Malang yang masih alami berpadu dengan semangat kebersamaan masyarakat. Jhuko’ Tonoh tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan kearifan lokal pesisir.

Penjabat Kepala Desa Bira Tengah, Deni Kustiyadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh perangkat desa, khususnya pengelola Wisata Pantai Lon Malang, yang terus bersinergi dan berinovasi demi kemajuan UMKM masyarakat Pesisir Utara Khususnya Desa Bira Tengah.

“Kolaborasi ini adalah bukti bahwa kebersamaan antara pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan positif yang berdampak langsung bagi perekonomian warga, khususnya UMKM di Bira Tengah,” ujar Deni Kustiyadi.

Ia berharap Jhuko’ Tonoh dapat terus dikembangkan sebagai agenda rutin yang tidak hanya mengangkat potensi wisata, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan di Kecamatan Sokobanah.

Sementara itu, Pengelola Wisata Pantai Lon Malang, Mastuki, mengatakan bahwa Jhuko’ Tonoh dirancang sebagai sarana promosi potensi lokal, baik di sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif masyarakat pesisir.

“Event ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya memperkenalkan Pantai Lon Malang, budaya lokal, serta produk UMKM masyarakat Sokobanah kepada khalayak luas,” kata Mastuki.

Ia menargetkan Jhuko’ Tonoh dapat menjadi agenda tahunan dan ke depan masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sampang.

Menurut Mastuki, dampak ekonomi dari event ini sangat terasa. Pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, serta keluarga nelayan memanfaatkan momentum Jhuko’ Tonoh untuk memasarkan produk olahan hasil laut dan kuliner tradisional.

“Kegiatan ini membuka peluang ekonomi nyata bagi warga. UMKM di Desa Bira Tengah dan Sokobanah ikut bergerak, dan ini penting untuk keberlanjutan ekonomi desa,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Bira Tengah, Martuli, menilai Jhuko’ Tonoh sebagai langkah strategis dalam membangkitkan ekonomi pesisir dan memperkuat identitas budaya lokal.

“Event seperti ini harus terus didukung. Selain menggerakkan ekonomi rakyat, Jhuko’ Tonoh juga menjadi wadah pelestarian budaya dan mempererat kebersamaan masyarakat pesisir,” ungkap Martuli.

Dengan konsep yang menggabungkan budaya lokal, wisata alam, dan ekonomi kreatif, Jhuko’ Tonoh diharapkan menjadi ikon event pesisir Sokobanah sekaligus memperkokoh posisi Pantai Lon Malang sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sampang.

Editor : Redaksi

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru