SAMPANG, Celurit.News — Keamanan di Pasar Tamberu, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, kian memprihatinkan. Dalam beberapa pekan terakhir, aksi pencurian yang menimpa pedagang terjadi berulang tanpa adanya penanganan serius dari pihak pengelola pasar.
Para pedagang mengaku bekerja dalam kondisi penuh kecemasan. Barang dagangan mereka hilang satu per satu, tetapi pelaku tak pernah terungkap dan tidak ada perbaikan sistem pengawasan.(08/12/2025).
Situasi itu membuat aktivitas jual beli terganggu. Para pedagang yang awalnya membuka lapak dengan tenang kini terpaksa waspada sepanjang waktu.
Sejumlah pemuda Desa Tamberu Timur menilai lemahnya pengawasan dan minimnya tanggung jawab pengelola pasar menjadi biang kerok meningkatnya kriminalitas di Pasar Tamberu.
Salah seorang pemuda setempat, Abrori, menegaskan bahwa pencurian di pasar bukan lagi kejadian insidental, tetapi sudah menjadi persoalan sistemik akibat kelalaian pengelola.
“Belakangan ini di Pasar Tamberu, pedagang sering kehilangan barang dagangannya,” ujarnya kepada media celurit.news
Ia menyebut berulangnya pencurian menjadi bukti bahwa sistem keamanan pasar tidak berfungsi. Bahkan, menurutnya, pengelola terkesan menutup mata meski pedagang rutin membayar retribusi.
“Pedagang diminta bayar retribusi, tapi rasa aman sama sekali tidak diberikan. Kepala pasar seharusnya bertanggung jawab,” tegasnya.
Abrori menilai pungutan retribusi kehilangan maknanya jika tidak diimbangi dengan jaminan keamanan. Ia mempertanyakan keberadaan pengelola yang menurutnya gagal menjalankan tugas.
“Kalau pedagang tetap jadi korban pencurian, lalu retribusi itu sebenarnya untuk apa?” katanya.
Ia menambahkan, kejadian-kejadian tersebut harus mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Tidak boleh ada pembiaran terhadap persoalan yang merugikan ekonomi masyarakat kecil.
Oleh karena itu, Abrori mendesak Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang untuk turun langsung mengevaluasi pengelolaan Pasar Tamberu.
Ia menilai Diskopindag tidak bisa terus berdiam diri sementara pedagang menjadi korban dan pasar semakin tidak aman.
“Jangan sampai tanggung jawab ini dibiarkan menggantung tanpa solusi,” tandasnya.
Abrori juga mengingatkan para pedagang bahwa Pasar Tamberu dikelola sepenuhnya oleh Diskopindag Sampang, bukan pemerintah desa. Karena itu, setiap kerugian akibat pencurian harus dipertanyakan langsung kepada kepala pasar.
Sementara itu, Plt Kepala Diskopindag Sampang, Syaiful Muqoddas, belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi hingga berita ini diterbitkan.
Editor : Redaksi