BLITAR, CELURIT.NEWS – Rekan Indonesia Jawa Timur menyoroti capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Blitar yang tercatat sebagai yang terendah di Jawa Timur, yakni hanya 81,34 persen.(26/03/2026).
Angka tersebut menunjukkan ketertinggalan signifikan dibandingkan daerah lain di Jawa Timur yang rata-rata telah mencapai 95 hingga 100 persen.
Baca juga: Rekan Indonesia Jatim Desak Evaluasi Total Biankesmaskin, Pelayanan Dinilai Lambat dan Berbelit
Ketua Rekan Indonesia Jawa Timur, Bagus Romadon, menilai rendahnya capaian tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses kesehatan bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa jaminan kesehatan belum menjadi prioritas. Saat daerah lain mampu mendekati 100 persen, Kabupaten Blitar justru tertinggal jauh,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya kelompok miskin yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan untuk mendapatkan layanan medis.
“UHC menyangkut hak dasar masyarakat untuk berobat. Jika kondisi ini dibiarkan, masyarakat miskin berisiko tidak tercover dan kesulitan mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
Rekan Indonesia Jawa Timur menilai perlu adanya langkah cepat dan terukur dari Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Sebagai bentuk desakan, Rekan Indonesia Jawa Timur meminta
Menambah kuota peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah
Memperbaiki validasi serta pembaruan data masyarakat miskin
Baca juga: Akses Kesehatan Dinilai Masih Bermasalah, Rekan Jatim Soroti Kinerja Pemkab Tulungagung
Meningkatkan alokasi anggaran untuk jaminan kesehatan
Bagus menegaskan bahwa persoalan UHC tidak boleh dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan hak dasar masyarakat.
“Kami tidak butuh wacana. Kami butuh tindakan nyata. Jangan sampai Kabupaten Blitar terus menjadi yang terendah di Jawa Timur,” pungkasnya.
Editor : Redaksi