Oleh : Hasan Rahmad

Dipaksa Ilegal Demi Bertahan Hidup, Ketika Rakyat Kecil Dihadapkan pada Pilihan Sulit

Reporter : celurit.news

CELURITNEWS.– Di negeri yang menjunjung tinggi keadilan sosial, ironi masih kerap terjadi. Rakyat kecil dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah: taat pada hukum atau bertahan hidup.

Setiap hari, jutaan masyarakat Indonesia bangun dengan satu tujuan sederhana, yakni mencari nafkah demi keluarga.

Baca juga: BRI Unit Pantura Sampang Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

Mereka bukan penjahat, bukan pula pelaku kriminal berat, melainkan orang-orang biasa yang berjuang agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Namun realitas di lapangan tidak selalu menghadirkan pilihan yang ideal bagi mereka.

Di tengah sempitnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya biaya hidup, sebagian masyarakat terpaksa menempuh jalan yang berada di wilayah abu-abu hukum.

Salah satu fenomena yang mencuat adalah praktik penjualan rokok tanpa pita cukai yang jelas melanggar aturan negara.

Secara hukum, tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang dapat merugikan negara dan berpotensi dikenai sanksi pidana.

Namun persoalannya tidak sesederhana hitam dan putih antara benar dan salah.

Baca juga: Hijrah dari Jakarta, Asep Sukses Tekuni Usaha Peternakan Domba dan Kambing di Desa

Bagi sebagian pelaku, langkah tersebut bukanlah bentuk kesengajaan untuk melawan hukum, melainkan pilihan terakhir di tengah keterbatasan ekonomi.

Mereka tidak mencuri atau merampas hak orang lain, melainkan mencoba bertahan hidup dengan cara yang mereka anggap paling memungkinkan.

Sayangnya, pendekatan yang diambil sering kali bersifat represif, dengan penindakan cepat namun minim solusi jangka panjang.

Rakyat kecil dengan mudah dilabeli “ilegal”, tetapi akses untuk menjadi “legal” justru masih sulit dijangkau.

Baca juga: Maraknya Bank Keliling Resahkan Warga di Sampang , Sejumlah Rumah Tangga Retak Akibat Tekanan Tagihan Mingguan

Padahal, konstitusi menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Berbagai program kemudahan bagi UMKM sebenarnya telah disiapkan pemerintah, namun implementasinya belum sepenuhnya menyentuh lapisan bawah.

Di sinilah persoalan utama muncul, yakni kegagalan sistem dalam menjangkau dan memberdayakan rakyat kecil secara nyata.

Sudah saatnya pendekatan hukum tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga menghadirkan solusi melalui pembinaan, pendampingan, dan akses legalitas usaha yang lebih mudah dan manusiawi.

Editor : Redaksi

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru