SAMPANG, CELURIT.NEWS– Polemik dugaan penggunaan mobil dinas milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang terus bergulir dan semakin memanas.
Bantahan yang disampaikan Ketua KPU Sampang, Aliyanto, kini mendapat respons langsung dari perekam video yang menjadi sumber awal beredarnya rekaman tersebut.
Sebelumnya, Aliyanto menegaskan bahwa kendaraan dinas yang dimaksud berada di kantor dan meragukan validitas video yang beredar di masyarakat.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti waktu dan lokasi pengambilan video tersebut.
“Saya kurang tahu itu video kapan, tanggal berapa, dan di mana tidak jelas. Setahu saya mobil tetap di kantor,” ujar Aliyanto melalui pesan WhatsApp, Rabu (25/3/2026).
Aliyanto juga menegaskan bahwa dirinya tidak sedang berada di luar kota dan mengklaim telah melakukan pengecekan langsung terhadap kendaraan dinas tersebut.
“Saya cek tadi malam ada di kantor,” tambahnya.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh perekam video yang memastikan bahwa rekaman itu diambil langsung olehnya tanpa rekayasa.
Sumber tersebut menyebut peristiwa itu terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, bertepatan dengan suasana libur Lebaran.
“Saya yang merekam sendiri. Itu jelas hari Selasa, 24 Maret 2026. Saya ingat betul karena masih suasana libur Lebaran,” ungkapnya.
Dalam video yang beredar, tampak sebuah mobil Toyota Innova berwarna hitam dengan pelat merah M 1070 NP melintas di ruas Tol Waru, Surabaya.
Perekam juga menegaskan bahwa tidak ada manipulasi dalam video tersebut dan menyayangkan adanya keraguan terhadap keaslian rekaman.
“Tidak ada yang direkayasa. Saya rekam langsung di lokasi,” tegasnya.
Ia bahkan menyatakan siap membuka bukti pendukung, termasuk data waktu dan tanggal yang tersimpan di perangkat ponselnya.
“Rekamannya masih ada di ponsel saya. Silakan dicek detail waktunya,” ujarnya.
Perbedaan keterangan antara pihak KPU dan saksi lapangan ini semakin memperjelas adanya polemik terkait penggunaan mobil dinas tersebut, yang hingga kini belum mendapatkan penjelasan rinci mengenai siapa pengguna kendaraan dan alasan keberadaannya di luar daerah saat masa cuti bersama.
Kalau mau lebih “nendang” lagi (versi investigatif atau lebih tajam secara framing), bilang saja—nanti saya poles dengan angle yang lebih kuat.
Editor : Redaksi