Polisi Selidiki Dugaan Balai Desa Pasanggar Pamekasan Dialihfungsikan Jadi Dapur MBG

Penulis : -
Polisi Selidiki Dugaan Balai Desa Pasanggar Pamekasan Dialihfungsikan Jadi Dapur MBG
Dok : Istimewa
Hari kemerdekaan

PAMEKASAN, Celurit.news — Penggunaan salah satu bangunan Balai Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diselidiki aparat kepolisian.

Persoalan tersebut mencuat setelah adanya aduan masyarakat yang diterima Polres Pamekasan pada 16 Mei 2026. Polisi kini menelusuri dugaan pemanfaatan fasilitas milik desa sebagai bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, proses penanganan saat ini masih berada pada tahap penyelidikan dan permintaan klarifikasi kepada sejumlah pihak.
“Ada aduan masyarakat sejak tanggal 16 Mei 2026,” kata Yoni Evan, (28/08/2026).

Ia menyebutkan, polisi sejauh ini telah meminta keterangan dari tiga orang. Namun, proses klarifikasi masih akan terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai penggunaan bangunan tersebut.

Yoni mengatakan, pihak mitra pengelola SPPG sebelumnya belum memenuhi panggilan polisi. Karena itu, penyidik akan kembali melayangkan pemanggilan.

“Kami akan memanggilnya lagi, karena sebelumnya tidak hadir,” ujarnya.

Diduga Gunakan Fasilitas Balai Desa
Polisi juga tengah mendalami dugaan bahwa bangunan yang digunakan sebagai dapur MBG tersebut merupakan salah satu gedung yang berada di kawasan Balai Desa Pasanggar.

Padahal, menurut keterangan kepolisian, fasilitas SPPG semestinya menggunakan bangunan yang memang disiapkan secara khusus untuk menunjang operasional pelayanan pemenuhan gizi.

Dugaan pemanfaatan fasilitas desa inilah yang kini menjadi salah satu poin yang diklarifikasi polisi.
Warga setempat berinisial HI membenarkan bahwa terdapat aktivitas dapur MBG di kawasan Balai Desa Pasanggar. Selain dapur, ia menyebut terdapat pula aktivitas usaha berupa toko di lokasi tersebut.

“Iya benar di sana ada dapur MBG, juga ada toko,” ujarnya.
Menurut HI, aktivitas para pekerja di lokasi tersebut juga berlangsung setiap hari. Ia mengaku kerap melihat karyawan keluar-masuk kawasan Balai Desa.

“Karyawannya lalu lalang setiap hari ke balai,” ungkapnya.
Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan adanya pelanggaran maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Pihak mitra pengelola SPPG juga belum memberikan keterangan terkait penggunaan bangunan Balai Desa Pasanggar tersebut. Polisi masih menunggu pemenuhan panggilan untuk meminta klarifikasi dari pihak terkait.

Editor : Redaksi