PAMEKASAN, Celurit.news — Prestasi membanggakan justru berujung polemik. Valen, putra daerah Kabupaten Pamekasan yang berhasil meraih Juara 2 D’Academy 7 Indosiar, mendadak menjadi pusat perbincangan publik bukan hanya karena prestasinya, tetapi karena kisruh penyambutan kepulangannya.
Valen tampil gemilang di panggung nasional dan keluar sebagai finalis terbaik hingga mendapat gelar baru sebagai “Pangeran Dangdut” generasi anyar. Capaian ini seharusnya menjadi kebanggaan daerah, khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan.(31/12/2025).
Baca juga: Diduga Mobil Dinas Desa Pandian Sumenep Tabrak Lari di Pamekasan, Pengemudi Kabur Tinggalkan Korban
Pasca kompetisi, beredar kabar bahwa Pemkab Pamekasan akan menggelar penyambutan resmi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Valen. Surat pemberitahuan bahkan sempat beredar luas dan menuai antusiasme penggemar.
Namun, rencana tersebut berubah menjadi polemik. Penyambutan dikabarkan harus memenuhi 11 persyaratan administratif, yang kemudian memicu kekecewaan pihak keluarga dan penggemar.
Situasi makin memanas setelah orang tua Valen memutuskan mundur dari kepanitiaan penyambutan, menandakan adanya ketidaknyamanan dalam proses yang berjalan.
Gelombang kritik pun tak terelakkan. Penggemar dan masyarakat mempertanyakan sikap pemerintah daerah yang dinilai kurang responsif terhadap prestasi seni dan budaya, khususnya bagi generasi muda berprestasi.
Di tengah polemik itu, Bupati Pamekasan akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Meski demikian, permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan penggemar.
Baca juga: Gandeng Kepala Desa Se-Madura, Moch Wijdan Tegaskan PKDI Harus Hadir Melindungi Kades
Di saat Pemkab menuai kritik, angin segar justru datang dari kalangan swasta. Sultan Madura, Haji Her, yang dikenal sebagai CEO Bawang Mas Group, menyatakan siap memfasilitasi penyambutan Valen.
Poster penyambutan Valen yang difasilitasi Haji Her pun beredar luas di media sosial dan disambut antusias oleh para penggemar sang Pangeran Dangdut.
Penyambutan Valen dijadwalkan berlangsung pada 1 Januari 2026, dan dipastikan akan menjadi momen temu langsung antara Valen dan para pendukung setianya.
Dalam sebuah video yang beredar, Haji Her menyampaikan pesan tentang pentingnya merawat dan menghargai pemuda berprestasi, terutama yang mengharumkan nama Madura di tingkat nasional.
“Ini soal merawat talenta dan memberi ruang bagi anak muda berprestasi,” ujar Haji Her dalam video tersebut.
Para penggemar pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Haji Her, yang dinilai hadir di saat apresiasi negara belum sepenuhnya dirasakan oleh sang juara.
Kasus ini menjadi cermin penting bahwa prestasi seni dan budaya juga membutuhkan keberpihakan nyata dari pemerintah daerah, bukan sekadar seremonial yang tersandung birokrasi.
Editor : Redaksi