SAMPANG, Celurit.news – Kondisi memprihatinkan dialami siswa SDN Bunten Barat 3, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Kerusakan parah yang melanda sebagian besar bangunan sekolah membuat proses belajar mengajar berlangsung jauh dari kata layak.(23/06/2026).
Akibat minimnya ruang kelas yang dapat digunakan, enam rombongan belajar (rombel) terpaksa berbagi satu ruang kelas secara bergantian. Bahkan, pada kondisi tertentu, para siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di teras sekolah.
Situasi tersebut mendapat sorotan serius dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang. Anggota Dewan Pendidikan, Hasan Rohmad, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dinilai dapat mengganggu kualitas pendidikan dan kenyamanan peserta didik.
"Hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman dan layak tidak boleh dikorbankan hanya karena keterlambatan penanganan sarana pendidikan," tegas Hasan.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, sebagian besar bangunan sekolah mengalami kerusakan berat dan tidak lagi memenuhi standar keamanan untuk digunakan sebagai ruang belajar.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh. Yusuf, menyatakan bahwa SDN Bunten Barat 3 telah masuk dalam daftar usulan rehabilitasi yang diajukan kepada pemerintah pusat.
Baca juga: 150 Calon Warga PSHT Tulungagung Resmi Disahkan, Persaudaraan dan Kerukunan Jadi Pesan Utama
"SDN Bunten Barat 3 sudah diajukan dan diusulkan untuk program rehabilitasi. Saat ini tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat," ujar Moh. Yusuf.
Meski mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang menilai kondisi darurat yang terjadi saat ini membutuhkan penanganan lebih cepat dan konkret sembari menunggu realisasi program rehabilitasi.
Untuk itu, Dewan Pendidikan merekomendasikan sejumlah langkah darurat, antara lain penyediaan ruang belajar sementara yang aman dan layak, pengaturan sistem pembelajaran guna mengurangi kepadatan ruang kelas, percepatan koordinasi dengan pemerintah pusat, transparansi perkembangan penanganan kepada masyarakat, serta menjadikan SDN Bunten Barat 3 sebagai salah satu prioritas rehabilitasi sarana pendidikan di Kabupaten Sampang.
Hasan menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan solusi nyata agar hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
"Selama menunggu rehabilitasi terealisasi, pemerintah tidak boleh membiarkan siswa belajar dalam kondisi yang tidak layak. Anak-anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat," pungkasnya.
Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal percepatan perbaikan SDN Bunten Barat 3 demi menjamin masa depan pendidikan generasi penerus bangsa.
Editor : Faris Reza Malik