Klarifikasi SPPG Raden Al Ansor: Isu Ayam Geprek Berulat Dinilai Tidak Masuk Akal

Reporter : Alex supriadi

SAMPANG, Celurit.News – Pihak SPPG Raden Al Ansor Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online yang menyebut adanya temuan ulat pada menu ayam geprek yang disajikan kepada penerima manfaat.

Kepala SPPG Raden Al Ansor, Rahmad Fadjri Yanto, secara tegas membantah kabar tersebut. Ia menyebut informasi yang beredar tidak benar dan tidak sesuai dengan proses pengolahan makanan yang diterapkan di dapurnya.

Baca juga: SDN Sokobanah Daya 2 Ambruk, Dewan Pendidikan Desak Penanganan Darurat dan Audit Infrastruktur

Menurut Rahmad, seluruh proses pengolahan makanan di SPPG telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk pengawasan ketat dalam setiap tahapan produksi.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bapak, izin mengklarifikasi bahwasanya yang diberitakan media radar CNN Online itu tidak dibenarkan, dikarenakan kita itu sudah mengawasi pengolahan sesuai SOP,” ujar Rahmad kepada media ini.

Ia juga menjelaskan bahwa makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat menggunakan wadah khusus berupa ompreng, bukan wadah lain seperti yang disebutkan dalam laporan tersebut.

“Tempatnya juga bukan menggunakan ompreng. Jadi semisal ada kesalahan itu mutlak karena kelalaiannya penerima manfaat itu sendiri karena menggunakan wadah selain ompreng,” lanjutnya.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana BOSP dan Pemeliharaan , BASUPATI Bongkar Kondisi Memprihatinkan SDN Tamberu Barat 1

Rahmad menambahkan bahwa secara logika, kecil kemungkinan terdapat ulat pada ayam yang telah melalui dua tahap pengolahan, yakni dikukus dan kemudian digoreng.

“Yang lebih tidak masuk logika lagi ayam tersebut sudah diolah dua kali, pertama dikukus untuk menghindari mentah dan kedua digoreng. Jadi jika ayam tersebut ada ulatnya, sudah pasti hancur atau mati. Dan juga pasti ada bau yang tidak enak,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan kejanggalan dalam laporan tersebut, mengingat dari total sekitar 1.600 porsi yang dibagikan, hanya satu wadah yang diklaim bermasalah.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana BOS Mengemuka, Satgab STKP-BASUPATI Somasi Terakhir Kepala SMPS Islam Nahdlatun Nasiin Sokobanah

“Dari 1.600 ompreng kok hanya satu yang dikatakan ada ulatnya? Itu sudah tidak masuk akal. Dan wadahnya pun sudah berbeda dari yang kami berikan, karena menggunakan kertas minyak, sedangkan kami menggunakan ompreng sesuai SOP yang dianjurkan BGN,” pungkas Rahmad.

 


Pihak SPPG Raden Al Ansor berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat serta menjaga kepercayaan terhadap layanan yang mereka berikan.

Editor : Redaksi

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru