Program Makan Bergizi Gratis yayasan Nurul Haromain Sokobanah Daya Dikeluhkan Wali Murid, Kualitas Menu Dipertanyakan

celurit.news
Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Nurul Haromain yang diterima siswa di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang yang di keluhkan ( CeluritNews).

SAMPANG,CELURIT.NEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi siswa sekolah di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menuai keluhan dari sejumlah wali murid. Mereka mempertanyakan kualitas menu serta nilai gizi makanan yang diberikan kepada para siswa.(10/03/2026).

Keluhan tersebut muncul setelah siswa membawa pulang paket makanan yang diterima dari dapur yayasan Nurul Haromain. Para orang tua menilai menu yang diberikan jauh dari standar gizi yang seharusnya diterapkan dalam program pemerintah tersebut.

Baca juga: SMAN 2 Pamekasan Tolak Distribusi MBG, Menu Diduga Tak Layak Konsumsi

Berdasarkan keterangan wali murid, dalam satu paket makanan siswa hanya menerima dua buah jeruk yang diduga sudah busuk, satu potong daging ayam yang masih mentah, dua irisan tahu dan tempe, serta dua butir telur yang dicampur dalam satu wadah plastik.

Selain itu, paket tersebut juga berisi satu buah apel dan satu kotak susu dengan isi bersih 110 ML. Seluruh menu itu disebut diberikan sekaligus dalam satu Tas spundbond ( Gooddie Bag ) yang kemudian di ambil kembali oleh pihak Dapur Atau Mitra.

Para wali murid juga menyoroti kondisi beberapa bahan makanan yang dianggap tidak layak konsumsi. Jeruk yang diterima siswa disebut sudah dalam kondisi membusuk, sementara potongan ayam masih terlihat mentah dan bau karena dicampur dalam satu wadah saat dibagikan.

Tidak hanya soal kualitas, wali murid juga mempertanyakan komposisi gizi dari menu tersebut. Mereka menilai makanan yang diberikan tidak mencerminkan konsep “makan bergizi” sebagaimana tujuan dari program MBG.

Baca juga: Soroti Krisis Spiritual di Era Digital, Anggota DPRD Jatim Nurul Huda Ajak Warga Sampang Perkuat Moralitas

Program makan bergizi gratis sendiri diketahui memiliki standar menu dan anggaran yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun dalam pelaksanaannya di tingkat dapur penyedia, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan kualitas makanan yang dibagikan.

Sejumlah wali murid menduga dapur yang dikelola oleh Yayasan Nurul Haromain di Desa Sokobanah Daya tidak menjalankan program tersebut sesuai standar yang telah ditetapkan.

Bahkan, menu yang dibagikan kepada siswa disebut merupakan paket makanan yang dirapel untuk tiga hari sekaligus. Hal ini semakin menimbulkan pertanyaan dari para orang tua mengenai kelayakan konsumsi dan nilai gizi makanan tersebut.

Baca juga: Korcam SPPG Banyuates Sampang Santuni Ratusan Anak Yatim

Para wali murid berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Mereka menegaskan bahwa program yang bertujuan meningkatkan gizi siswa seharusnya benar-benar memberikan makanan yang layak dan sehat.

Hingga berita ini ditulis, pihak Kepala Dapur SPPG Yayasan Nurul Haromain belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para wali murid mengenai kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis tersebut.

Editor : Redaksi

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru