Hakordia, Aktivis Sampang Laporkan Dugaan Mark Up Patung Karapan Sapi Rp 3,3 Miliar

celurit.news
Aktivis Sampang, Rosi, saat menyerahkan laporan pengaduan masyarakat (dumas) terkait dugaan mark up patung karapan sapi di Polres Sampang.( Foto : CeluritNews).

SAMPANG, Celurit.News — Momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) dimanfaatkan seorang pemuda Sampang, Rosi, untuk menguji keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas dugaan korupsi di daerahnya.

Pemuda tersebut melaporkan dugaan mark up anggaran pembangunan patung karapan sapi di Alun-Alun Trunojoyo Sampang ke Polres Sampang, Selasa (09/12/2025).

Baca juga: Dugaan Mark-Up Proyek Patung Karapan Sapi Sampang Menguat: Pengakuan Pengrajin Buka Fakta Baru

Laporan itu tercatat sebagai pengaduan resmi dan telah diterima bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sampang.

Menurut Rosi, pelaporan ini dilakukan sebagai bentuk kegelisahan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran daerah, terutama proyek yang nilainya dianggap tidak masuk akal.

Ia menilai anggaran Rp 3,3 miliar untuk tiga pasang patung karapan sapi layak dipertanyakan secara terbuka dan diaudit menyeluruh.

Kecurigaan semakin menguat setelah salah satu pengrajin tembaga asal Jawa Tengah yang mengklaim sebagai pembuat patung menyebut biaya produksi hanya sekitar Rp 150 juta per unit.

Perbedaan nilai yang mencapai miliaran rupiah itu, kata Rosi, merupakan indikasi awal adanya potensi tindak pidana korupsi yang harus diusut tanpa kompromi.

Baca juga: Petani di Sreseh Tewas Dibacok Brutal di Tegalan: Polisi Selidiki Motif Pertikaian Lama

“Selisihnya tidak wajar dan mustahil dianggap sebagai kesalahan administrasi biasa. Ini harus dibongkar seterang-terangnya,” tegas Rosi.

Ia menambahkan bahwa laporan tersebut juga melampirkan sejumlah pemberitaan media online serta keterangan pengrajin sebagai bukti awal yang bisa dijadikan dasar penyelidikan.

Rosi mendesak unit Satreskrim Polres Sampang bekerja profesional, transparan, dan tidak terpengaruh kepentingan pihak mana pun.

Baca juga: Kontes Bonsai Se Madura Digelar di Jatra Timur Sampang, Jadi Ajang Ngopi Bersama

Menurutnya, patung karapan sapi bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi simbol identitas budaya Madura yang semestinya dikerjakan secara jujur dan bertanggung jawab.

“Jika benar ada praktik mark up, masyarakat berhak mengetahui siapa yang bermain dan ke mana aliran dananya,” ujarnya.

Ia berharap Hakordia menjadi momentum bagi aparat untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membersihkan Sampang dari praktik koruptif.

Editor : Redaksi

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru