SAMPANG, Celurit.news – Peresmian Jalan Kedungdung–Bringkoning di Kabupaten Sampang oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi simbol komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Namun di balik proyek senilai Rp14 miliar tersebut, muncul suara-suara kritis dari masyarakat yang menilai pembangunan jalan di wilayah mereka masih jauh dari merata.( 24/06/2026).
Ruas jalan sepanjang 1,5 kilometer yang dibangun melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025 itu diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya melaporkan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari program nasional peningkatan konektivitas yang dibiayai APBN.
Meski demikian, warga menyoroti kondisi jalan kabupaten dan jalan desa yang hingga kini masih banyak yang rusak, bahkan belum pernah tersentuh pembangunan secara memadai.
Sorotan tajam mengarah pada ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Bringkoning, Kecamatan Banyuates, menuju lokasi Jalan Inpres yang diresmikan Presiden. Menurut warga, sebagian besar kondisi jalan tersebut justru diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.
Warga menilai pemerintah daerah belum menunjukkan perhatian yang sebanding terhadap akses jalan yang setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
"Perlu di ketahui Jalan menuju lokasi peresmian itu sebagian besar diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Kalau dihitung, sekitar 75 persen yang diperbaiki bukan hasil pembangunan pemerintah kabupaten. Ini yang menjadi kekecewaan warga," ungkap salah seorang warga.
Selain Keluhan tersebut muncul dari sejumlah wilayah, di antaranya Desa Lar-Lar, Dusun Patemon, Dusun Kayu Abuh Laok hingga Dusun Rangas.rsoalan jalan kabupaten, masyarakat juga mengeluhkan masih banyaknya jalan kabupaten maupun jalan desa yang kondisinya memprihatinkan dan belum pernah diaspal selama puluhan tahun.
Keluhan tersebut muncul dari sejumlah wilayah, di antaranya Desa Lar-Lar, Dusun Patemon, Dusun Kayu Abuh Laok hingga Dusun Rangas.
Baca juga: Kehadiran "Sultan Madura" H. Her Berikan Warna di Majlis Kolaborasi Attaufiq dan Dhampar Alas
"Yang ditampilkan saat kunjungan Presiden hanya sebagian kecil dari kondisi yang sebenarnya. Di banyak titik, masyarakat masih melewati jalan tanah dan jalan rusak. Kami sudah puluhan tahun menunggu perhatian pemerintah," ucapnya
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang. Warga menilai pembangunan yang terpusat pada titik-titik tertentu belum cukup menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Padahal, akses jalan yang memadai merupakan faktor penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat akses pendidikan, hingga memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pelosok. Ujar Mahrus
Di sisi lain, pemerintah pusat menegaskan bahwa pembangunan Jalan Kedungdung–Bringkoning Kecamatan 1Banyuates merupakan bagian dari Program Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.
Secara nasional, program tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi.
"Hari ini saya resmikan Instruksi Presiden Tahun 2025 jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di seluruh Indonesia," ujar Presiden Prabowo saat meresmikan proyek tersebut.
Namun bagi sebagian warga Sampang, peresmian jalan tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan infrastruktur yang mereka hadapi sehari-hari. Mereka berharap momentum kunjungan Presiden tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan jalan kabupaten dan jalan desa yang selama ini tertinggal.
Sebab, bagi masyarakat di pelosok, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pada besarnya anggaran yang digelontorkan atau panjang jalan yang diresmikan, melainkan pada hadirnya akses jalan yang layak dan dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh warga.
Editor : Redaksi