Ormas 212 Gelar Tahlil dan Doa Bersama Untuk Korban Dugaan Pengeroyokan di Loceret Nganjuk

Reporter : Andrian zuda Saputra
Pengurus DPP dan DPD Jawa Timur Ormas 212 bersama anggota PSHT Kabupaten Nganjuk menggelar doa bersama dan tabur bunga di lokasi dugaan pengeroyokan yang menewaskan satu warga di Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.( Doc : Istimewa).

NGANJUK, Celurit.news – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera menggelar kegiatan takziah dan doa bersama di kediaman almarhum Minal Kosirin, korban meninggal dunia dalam kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. (25/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Macanan, Kecamatan Loceret, itu dihadiri jajaran pengurus Ormas 212 serta sejumlah anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Nganjuk. Kehadiran rombongan disambut haru oleh keluarga korban yang masih berduka atas peristiwa tragis tersebut.

Baca juga: Jenazah Perempuan Ditemukan Membusuk di Mobil Parkir Bandara Juanda, SAR dan Polisi Lakukan Evakuasi serta Penyelidikan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden yang terjadi usai kegiatan pengesahan warga PSHT Pusat Madiun pada Selasa (23/6/2026) dini hari itu mengakibatkan empat korban. Minal Kosirin (20), warga Dusun Congol, Desa Macanan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara tiga korban lainnya, yakni Hendra Ibnu Ardiansyah (26), Eko Ali (24), dan Yoga Pratama (22), mengalami luka berat dan menjalani perawatan.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ketua Umum Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Mas Dana, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban. Ia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya saudara kami. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan demi memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban," ujarnya.

Baca juga: Dua Rumah Sakit Terbakar dalam Sebulan, Rekan Indonesia Jatim Desak Audit Total Sistem Keselamatan Faskes

Mas Dana juga menegaskan bahwa perguruan pencak silat seharusnya menjadi wadah pelestarian budaya dan pembinaan karakter, bukan menjadi pemicu konflik yang merugikan masyarakat.

Usai melaksanakan takziah, rombongan Ormas 212 bersama anggota PSHT Kabupaten Nganjuk melanjutkan kegiatan dengan mendatangi lokasi kejadian di depan SDN Sukorejo. Di lokasi tersebut dilakukan tabur bunga dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Sementara itu, Dewan Pertimbangan Pusat Ormas 212, Mas Bagus Romadon, mengungkapkan pihaknya akan mendorong terselenggaranya sarasehan bersama seluruh perguruan silat di Kabupaten Nganjuk guna memperkuat komunikasi, persaudaraan, dan menjaga kondusivitas daerah.

Baca juga: REKAN Indonesia Jatim Desak Bupati dan Wali Kota Kediri Perketat Pengawasan Perizinan SPPG

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait memberikan perhatian kepada para korban dan keluarga, baik dalam bentuk layanan kesehatan, pendampingan psikologis, maupun bantuan sosial.

"Kami berharap seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka, mendapatkan perhatian dan pendampingan yang layak agar beban keluarga yang terdampak dapat berkurang," tegasnya.

Ormas 212 menegaskan komitmennya untuk mendukung penegakan hukum yang berkeadilan serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, tidak terprovokasi, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Kabupaten Nganjuk.

Editor : Faris Reza Malik

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru