Satgas MBG Sampang Disorot! Dugaan Sampah Dapur di Pasar Camplong Picu Desakan Evaluasi

Reporter : Anam Sakti
Dapur MBG Yayasan Iltizam di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan menyusul dugaan pembuangan sampah di tempat pembuangan umum kawasan Pasar Camplong. Pengawasan dan tindak lanjut pihak terkait masih dimintai konfirmasi. (Foto: Istimewa)

SAMPANG, Celurit.news – Kinerja Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan. Dugaan pembuangan sampah dari dapur MBG Yayasan Iltizam di tempat pembuangan umum kawasan Pasar Camplong memantik kritik keras dari Malik, pemuda asal Camplong, yang mempertanyakan efektivitas pengawasan program tersebut.(13/10/2026).

Malik menilai, dugaan persoalan tersebut tidak boleh berhenti sebagai perbincangan publik tanpa kejelasan penanganan. Ia mendesak Satgas MBG Kabupaten Sampang menunjukkan langkah konkret untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, termasuk dalam aspek kebersihan dan pengelolaan sampah.

Baca juga: Geger Puskesmas Robatal Sampang! Kapus dan Staf Perempuan Digerebek Suami, Polres Turun Tangan

Menurutnya, keberadaan Satgas harus dibuktikan melalui pengawasan nyata, bukan sekadar struktur organisasi yang tercantum di atas kertas.

“Kalau persoalan terus bermunculan, sementara tindakan nyata tidak terlihat, lalu untuk apa Satgas dibentuk? Jangan sampai keberadaannya hanya menjadi formalitas. Masyarakat membutuhkan pengawasan nyata, bukan sekadar jabatan dan struktur,” tegas Malik.

Desak Satgas Dievaluasi, Jangan Sekadar Jadi Formalitas
Kritik Malik tidak hanya tertuju pada dugaan persoalan sampah, tetapi juga pada transparansi pengawasan dan tindak lanjut atas laporan masyarakat. Ia meminta pemerintah daerah mengevaluasi kinerja Satgas apabila ditemukan bahwa fungsi pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau memang tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan, bubarkan saja! Jangan sampai Satgas hanya menjadi pajangan. Kalau cuma ada namanya, tetapi persoalan di lapangan tidak ditangani secara terbuka, untuk apa dipertahankan?” kecamnya.

Malik menegaskan, kritik tersebut merupakan bentuk tuntutan agar program MBG yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyaluran makanan, tetapi juga memperhatikan tata kelola dapur, kebersihan lingkungan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana koordinasi pengawasan dilakukan di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Menurutnya, setiap dugaan persoalan harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan faktual agar masyarakat memperoleh kepastian, bukan dibiarkan menunggu tanpa penjelasan.

“Jangan tunggu masyarakat semakin marah baru bergerak. Satgas harus hadir ketika persoalan muncul, memeriksa fakta, meminta pertanggungjawaban pihak terkait jika terbukti ada pelanggaran, dan menyampaikan hasilnya kepada publik. Jangan sampai masyarakat justru bertanya-tanya, Satgas ini sebenarnya bekerja atau tidak?” lanjutnya.

Baca juga: REKAN Indonesia Soroti Pelayanan RSUD Srengat Blitar, Dorong Transparansi dan Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan

Meski melontarkan kritik keras, Malik menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menghakimi pihak tertentu sebelum ada pemeriksaan. Ia meminta dugaan pembuangan sampah tersebut diverifikasi secara objektif, termasuk memastikan asal sampah, mekanisme pembuangan, dan pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, dalam upaya memperoleh informasi yang berimbang, wartawan menghubungi Darmanto selaku pihak Satgas MBG Kabupaten Sampang untuk meminta keterangan mengenai pengawasan dan tindak lanjut atas dugaan persoalan tersebut.

Darmanto mengarahkan wartawan agar menghubungi Ketua Satgas MBG tingkat Kecamatan Camplong, yakni Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Camplong, Muh. Maulid.

Arahan tersebut menjadi langkah lanjutan untuk meminta penjelasan mengenai apakah dugaan pembuangan sampah dapur MBG di tempat pembuangan umum Pasar Camplong telah diketahui, diperiksa, atau ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan.

Namun, hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi yang dikirimkan kepada Muh. Maulid masih berstatus centang satu dan belum diterima jawaban. Dengan demikian, belum diperoleh keterangan mengenai langkah pengawasan, pemeriksaan, maupun tindak lanjut yang telah dilakukan.

Baca juga: Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jawa Timur, Rekan Indonesia Minta Dapur SPPG Diawasi Ketat

Persoalan ini kembali menguji sejauh mana fungsi pengawasan Satgas MBG berjalan di lapangan. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana mekanisme pengawasan dilaksanakan, ke mana laporan dapat disampaikan, serta bagaimana dugaan pelanggaran diperiksa dan ditindaklanjuti.

Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, pihak berwenang perlu mengambil langkah sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

Bagi Malik, ukuran keberhasilan Satgas bukan terletak pada keberadaan struktur atau pernyataan semata, melainkan pada tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Program MBG ini menyangkut kepentingan masyarakat. Jangan sampai persoalan di lapangan justru membuat kepercayaan publik menurun. Satgas harus membuktikan kinerjanya dengan tindakan yang terukur dan hasil yang bisa diketahui masyarakat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lengkap mengenai dugaan pembuangan sampah tersebut maupun hasil pemeriksaan dari pihak terkait. Celurit.news akan terus membuka ruang konfirmasi dan menyampaikan perkembangan informasi berdasarkan fakta yang terverifikasi.

Editor : Redaksi

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru