SAMPANG, Celurit.news – Bagi banyak orang, panggung Dangdut Academy 8 (DA8) Indosiar adalah gerbang menuju dunia hiburan. Namun bagi Ari Adriansyah (20), pemuda asal Desa Tambelangan, Kabupaten Sampang, panggung itu adalah secercah harapan untuk mengubah jalan hidup keluarganya yang sejak lama bergelut dengan keterbatasan ekonomi.
Di balik suara merdunya, tersimpan cerita tentang seorang anak yang memikul mimpi besar demi seorang ibu.
Sejak ayahnya meninggal dunia pada 2024, kehidupan keluarga Ari berubah. Sosok kepala keluarga yang selama ini menjadi penopang ekonomi telah tiada, menyisakan perjuangan berat yang harus dipikul sang ibu bersama anak-anaknya.
Baca juga: Julian Andres, Putra Bunten Barat Lolos Seleksi PERSESA U-17, Jadi Harapan Baru Sepak Bola Sampang
Sebagai anak kesembilan dari sepuluh bersaudara, Ari tumbuh dalam kesederhanaan. Kondisi ekonomi yang serba pas-pasan membuat setiap langkahnya menuju dunia tarik suara dipenuhi pengorbanan. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengikuti berbagai perlombaan menyanyi, ia masih mengandalkan bantuan keluarga.
Namun kemiskinan tak pernah mampu mematahkan tekadnya.
Alih-alih menyerah, Ari justru menjadikan setiap kesulitan sebagai alasan untuk terus bangkit. Dari panggung-panggung kecil lomba karaoke di pelosok Kecamatan Tambelangan hingga kompetisi tingkat Madura Raya, ia terus menempa kemampuan vokalnya. Berkali-kali ia pulang membawa piala, namun yang paling ia harapkan bukanlah trofi, melainkan senyum ibunya.
Kesempatan itu akhirnya datang ketika Ari berhasil meraih Golden Ticket dan dipanggil mengikuti karantina serta Final Audition Dangdut Academy 8 di Jakarta sejak 25 Juni 2026. Kini ia tinggal selangkah lagi menuju panggung utama kompetisi dangdut terbesar di Indonesia.
Baca juga: Faris Reza Malik Lulus UKW Utama, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Jurnalis
Menurut sang kakak, Ridwanto, keikutsertaan Ari di DA8 bukan untuk mengejar popularitas atau kehidupan mewah.
"Ari hanya ingin membuktikan bahwa anak desa yang hidup dalam keterbatasan juga bisa bermimpi setinggi langit. Yang paling sering dia ucapkan adalah ingin membuat ibu bahagia dan membantu ekonomi keluarga," ujar Ridwanto (07/07/2026).
Bagi keluarga, keberhasilan Ari menembus Final Audition DA8 sudah menjadi kebanggaan yang tak ternilai. Perjalanan itu menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan keteguhan hati mampu membuka jalan, bahkan bagi mereka yang memulai dari keadaan yang serba terbatas.
Kini, harapan keluarga Ari bertumpu pada setiap nada yang ia lantunkan di atas panggung. Mereka percaya, suara yang lahir dari perjuangan dan ketulusan akan sampai ke hati para juri dan masyarakat Indonesia.
Ridwanto berharap doa masyarakat Sampang dan seluruh warga Madura menjadi kekuatan bagi adiknya untuk terus melangkah hingga babak utama.
"Kami hanya berharap masyarakat mendoakan Ari. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkahnya. Jika Allah mengizinkan, semoga Ari bisa membawa nama baik Sampang, membanggakan Madura, dan mewujudkan impiannya membahagiakan ibu serta mengubah kehidupan keluarga," pungkasnya.
Editor : Redaksi