Zulhas Sebut PAN “Partai Anak Nahdliyyin”, Sosok Penjawab Ternyata Ketua BM PAN Sampang

Reporter : Sabrang Haryo
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) bersama Mastuki, Ketua BM PAN Kabupaten Sampang, dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Kepanjen, Kabupaten Malang, Mastuki menjadi sorotan setelah menjawab kepanjangan PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyyin”, jawaban yang ke

MALANG, Celurit.news — Momen tak biasa terjadi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur Pada Tanggal 29 Agustus 2026

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas membuat suasana acara semakin menarik ketika meminta peserta menebak kepanjangan dari PAN di hadapan para kader dan undangan.
Setelah memberikan kesempatan kepada sejumlah peserta, Zulhas kemudian menunjuk seorang pria yang berdiri tepat di hadapannya untuk naik ke atas panggung.

Baca juga: PAN Klaim Dekat dengan Basis Nahdliyyin, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029 Dipertaruhkan

Pertanyaan sederhana itu kemudian mendapat jawaban yang tak biasa.

Pria tersebut menjawab, “Partai Anak Nahdliyyin.”
Jawaban itu langsung dibenarkan Zulhas. Bahkan, sebagai bentuk apresiasi, pria tersebut mendapat hadiah berupa paket umrah.
Momen tersebut sontak menjadi perhatian. Sosok yang dipanggil ke atas panggung itu diketahui bernama Mastuki, kader PAN asal Sampang, Madura.

Mastuki bukan sekadar peserta biasa. Ia diketahui menjabat sebagai Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kabupaten Sampang.

Namanya juga pernah muncul dalam kontestasi politik lokal. Pada Pemilu 2024, Mastuki maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Sampang. Namun, langkahnya belum berbuah kursi di parlemen.

Sinyal Politik PAN?
Pernyataan “Partai Anak Nahdliyyin” yang kemudian dibenarkan langsung oleh Zulhas menjadi sorotan karena PAN selama ini memiliki sejarah politik yang kuat dengan lingkungan Muhammadiyah.

Momen di Malang tersebut pun dapat dibaca sebagai bagian dari dinamika pendekatan politik PAN dalam memperluas basis dukungan menjelang Pemilu 2029.

Apalagi, PAN telah memasang target besar untuk masuk tiga besar perolehan suara pada Pemilu 2029.
Dengan basis Nahdliyyin yang sangat luas, pendekatan kepada kelompok tersebut berpotensi menjadi salah satu strategi PAN untuk memperbesar ceruk elektoralnya.

Namun, apakah istilah “Partai Anak Nahdliyyin” sekadar gurauan dalam panggung perayaan HUT PAN atau menjadi sinyal politik yang lebih serius?

Jawabannya akan terlihat dari sejauh mana PAN mampu menerjemahkan kedekatan simbolik tersebut menjadi dukungan politik nyata pada Pemilu 2029.

Momen singkat di atas panggung itu akhirnya memunculkan satu pertanyaan besar: apakah PAN sedang memperluas rumah politiknya hingga ke basis Nahdliyyin?

Editor : Redaksi

INTERNASIONAL
Terpopuler
Berita Terbaru